periskop.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tren penguatan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp16.803 per dolar AS dan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke posisi 8.926 bukan semata-mata disebabkan oleh efek penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah Bank Sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kan itu kita serahkan semuanya ke Bank Sentral untuk mengandalkan nilai itu,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (27/1).
Menurut Purbaya, apresiasi mata uang garuda lebih banyak dipengaruhi oleh ketepatan bauran kebijakan otoritas moneter. Langkah Bank Indonesia dinilai sangat efektif dalam meredam volatilitas pasar.
Pemerintah menaruh kepercayaan penuh kepada bank sentral dalam menjaga stabilitas kurs. Hasilnya pun terbukti nyata dalam waktu singkat.
“Kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar saja sudah menguatkan,” tambahnya.
Selain faktor domestik, Purbaya juga menyoroti pengaruh dinamika ekonomi global. Ia melihat adanya tren pelemahan dolar AS di pasar internasional yang menguntungkan mata uang negara berkembang.
Faktor eksternal lain yang turut diperhitungkan adalah penguatan Yen Jepang. Fenomena ini biasanya memberikan efek domino positif terhadap nilai tukar mata uang lain dalam jangka menengah hingga panjang.
“Apalagi kalau saya lihat si dolar akan cenderung diremahkan di pasar global, Yen dikuatkan itu biasanya berpengaruh. Konsertif effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang yang lain dalam jangka waktu yang cukup panjang,” jelas Purbaya.
Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan memastikan fokus utama tetap pada penguatan fundamental ekonomi. Purbaya berkomitmen menjaga seluruh program strategis berjalan sesuai jalur.
Fundamental yang kokoh diyakini menjadi magnet utama bagi investor. Kepercayaan pasar yang meningkat otomatis akan mendorong derasnya aliran modal asing (capital inflow) ke dalam negeri.
“Kalau saya di keuangan ya kewajiban saya hanya memastikan bahwa program-program ekonominya berjalan dengan baik, fondasi akan membaik terus ke depan dan investor melihat itu dan mereka masuk ke sini jangka rupiah ikut menguat dengan signifikan,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Purbaya menekankan perbaikan ekonomi yang dilakukan pemerintah bersifat riil dan berkelanjutan, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Saya pikir arahnya ke sana, karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma lihat dengan kertas, kita akan betul-betul perbaiki,” pungkas Purbaya.
Tinggalkan Komentar
Komentar