periskop.id - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) telah menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di OCBC Tower, Jakarta pada hari ini, Kamis 9 April 2026. Salah satu keputusan utama dalam rapat tersebut adalah pembagian dividen tunai senilai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham, setara 20,42% dari laba bersih tahun berjalan.
Keputusan ini menjadi sorotan di tengah capaian kinerja perseroan yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,06 triliun. Selain dividen, sebesar Rp1 miliar dialokasikan sebagai cadangan umum, sementara sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi berkelanjutan.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025 OCBC mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat.
"Di tengah dinamika global yang menantang, bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan. Kinerja ini mencerminkan OCBC yang berfokus pada kebutuhan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4).
Tak hanya membahas pembagian keuntungan, RUPST juga menyetujui sembilan agenda strategis yang mencerminkan arah pertumbuhan jangka panjang bank. Mulai dari pengesahan laporan tahunan, realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, hingga langkah korporasi seperti buyback saham sebanyak 438.000 lembar yang akan dimanfaatkan untuk program remunerasi variabel sesuai regulasi.
Dalam aspek tata kelola, pemegang saham turut menyetujui pengkinian recovery plan serta langkah penguatan struktur sebagai induk konglomerasi keuangan. Perubahan anggaran dasar juga disahkan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap ketentuan regulator yang terus berkembang.
"OCBC menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan nasabah secara lebih holistik," sambung Parwati.
Selanjutnya, dari sisi kepemimpinan, RUPST kembali mempercayakan posisi strategis kepada jajaran pengurus lama. Parwati Surjaudaja tetap menjabat sebagai Presiden Direktur hingga 2029, bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya yang kembali diangkat untuk melanjutkan kepemimpinan.
Sementara itu, perubahan juga terjadi di Dewan Pengawas Syariah, termasuk penunjukan ketua baru serta pengunduran diri salah satu anggota. Transformasi digital pun menjadi salah satu motor pertumbuhan utama.
Sepanjang tahun 2025, OCBC mencatatkan frekuensi transaksi digital melonjak 46% secara tahunan, didorong oleh peningkatan pengguna aktif layanan perbankan digital, termasuk internet banking dan mobile banking. Nilai transaksi digital bahkan menembus sekitar Rp1.500 triliun, mencerminkan akselerasi adopsi layanan digital oleh nasabah ritel maupun korporasi.
Inovasi produk juga terus diperluas untuk menjangkau berbagai segmen, mulai dari edukasi keuangan bagi generasi muda hingga penguatan gaya hidup digital melalui kartu kredit tematik dan fitur pembayaran nirsentuh berbasis NFC.
Di sisi lain, dukungan terhadap pelaku usaha diperkuat melalui solusi merchant, serta inisiatif literasi keuangan yang dikemas dalam berbagai program dan indikator kesehatan finansial masyarakat. Penguatan struktur pendanaan turut dilakukan melalui penerbitan obligasi berkelanjutan, yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan kredit yang lebih sehat dan berkesinambungan ke depan.
Dengan rangkaian keputusan strategis ini, OCBC tidak hanya menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui dividen, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai bank yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah lanskap industri keuangan yang terus berubah.
Tinggalkan Komentar
Komentar