Periskop.id - Jerman membuka perjalanan di Grup E Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat. Hasil ini membuat Der Panzer langsung memimpin klasemen sementara grup dengan tiga poin, sementara Curacao harus menelan kekalahan berat pada laga debut mereka di putaran final Piala Dunia.

Kemenangan besar Jerman dibuka cepat oleh Felix Nmecha pada menit keenam. Gelandang itu mencetak gol tercepat turnamen sejauh ini setelah bekerja sama satu-dua dengan Florian Wirtz, lalu melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Curacao, Eloy Room.

Advertisement

Gol cepat tersebut menjadi awal pesta Jerman. Kai Havertz mencetak dua gol, sedangkan Nico Schlotterbeck, Joshua Kimmich, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav masing-masing menyumbang satu gol.

Meski kalah telak, Curacao sempat mencuri perhatian pada babak pertama. Tim debutan itu menyamakan skor pada menit ke-21 melalui Livano Comenencia. Gol tersebut bukan hanya membuat skor menjadi 1-1, tetapi juga menjadi gol pertama Curacao dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Namun, kejutan Curacao tidak bertahan lama. Jerman kembali mengambil kendali permainan dan menekan pertahanan lawan. Pada menit ke-38, Nico Schlotterbeck membawa Jerman kembali unggul melalui sundulan setelah memaksimalkan sepak pojok Nathaniel Brown.

Menjelang turun minum, Jerman memperlebar jarak menjadi 3-1 lewat penalti Kai Havertz pada masa tambahan waktu babak pertama. Penalti diberikan setelah Felix Nmecha dijatuhkan Riechedly Bazoer di kotak terlarang.

Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Jerman tidak menurunkan intensitas. Joshua Kimmich mencetak gol keempat pada menit ke-47. Gol cepat setelah jeda itu membuat Curacao semakin sulit keluar dari tekanan.

Nathaniel Brown kemudian ikut mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-68. Sepuluh menit berselang, Deniz Undav mencetak gol keenam Jerman. Havertz menutup pesta gol Der Panzer pada menit ke-88 setelah menerima umpan terobosan dari Undav dan melengkapi brace-nya.

Kemenangan 7-1 ini menjadi awal ideal bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan tuntutan besar. Sebagai tim empat kali juara dunia, Jerman ingin memperbaiki citra setelah gagal melangkah jauh dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Bagi Curacao, hasil ini memang pahit. Namun, laga melawan Jerman tetap menjadi momen bersejarah. Curacao untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia dan menjadi salah satu cerita paling menarik dalam format turnamen yang diperluas.

Pelatih Curacao Dick Advocaat tetap mencoba melihat sisi positif dari kekalahan besar tersebut. Ia menegaskan para pemainnya tidak perlu kehilangan semangat karena mereka sedang menjalani pengalaman terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

"Pada akhirnya kami senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia. Kami harus mengubah ini menjadi Piala Dunia yang indah. Kami masih bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga," kata Advocaat setelah pertandingan seperti dikutio Reuters pada Senin.

Advocaat mengakui timnya tidak memperkirakan kekalahan dengan skor sebesar itu. Namun, pelatih berusia 78 tahun tersebut menilai Curacao menghadapi lawan dengan kualitas sangat tinggi.

"Mereka sangat, sangat kuat dan kami kebobolan beberapa gol yang mudah. Para pemain tahu bahwa ketika kalah mereka tidak boleh patah semangat. Ini bukan sebuah aib," ujarnya.

Curacao sempat menunjukkan keberanian ketika Comenencia mencetak gol penyama kedudukan. Namun, setelah Jerman kembali unggul, perbedaan kualitas, kedalaman skuad, dan pengalaman di panggung besar terlihat jelas.

Meski begitu, dukungan suporter Curacao tetap menjadi salah satu warna menarik pertandingan. Mereka terus bernyanyi dan memberikan semangat meski timnya tertinggal jauh.

Advocaat bahkan mengaku emosional ketika lagu kebangsaan Curacao berkumandang sebelum laga dimulai. Bagi dia, pertandingan tersebut bukan sekadar duel sepak bola, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Curacao.

"Ini berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Curacao. Saat itulah emosi muncul. Kebahagiaan mereka sungguh luar biasa," kata Advocaat.

Sinyal Positif Jerman
Di kubu Jerman, kemenangan ini memberi sinyal positif bagi pelatih Julian Nagelsmann. Der Panzer tampil agresif sejak awal, memanfaatkan kecepatan kombinasi lini tengah dan serangan, serta menunjukkan efektivitas di depan gawang.

Florian Wirtz, Nmecha, Havertz, dan Musiala menjadi bagian penting dalam pola serangan Jerman. Kehadiran Nathaniel Brown juga memberi kontribusi besar, bukan hanya lewat gol, tetapi juga assist dari situasi bola mati untuk gol Schlotterbeck.

Laga ini juga menjadi catatan khusus bagi Manuel Neuer. Kiper veteran Jerman tersebut menjadi penjaga gawang kedua dalam sejarah yang tampil pada lima edisi Piala Dunia setelah legenda Meksiko Antonio Carbajal, yang bermain pada edisi 1950, 1954, 1958, 1962, dan 1966.

Kemenangan besar ini membuat Jerman berada dalam posisi kuat untuk mengejar tiket ke fase gugur. Namun, perjalanan mereka di Grup E belum selesai. Lawan-lawan berikutnya akan menjadi ujian lanjutan untuk melihat apakah dominasi atas Curacao benar-benar mencerminkan kekuatan Jerman di turnamen ini.

Sementara itu, Curacao harus segera bangkit. Kekalahan telak pada laga pembuka tidak otomatis menutup peluang mereka, tetapi Advocaat perlu memperbaiki organisasi pertahanan dan memastikan mental pemain tetap terjaga.

Bagi negara debutan, satu poin atau satu kemenangan di Piala Dunia bisa menjadi pencapaian bersejarah. Karena itu, dua laga berikutnya akan menjadi kesempatan Curacao untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai pelengkap turnamen.

Kisah Curacao juga memperlihatkan sisi lain dari Piala Dunia 2026 yang menggunakan format 48 tim. Perluasan peserta memberi panggung bagi negara-negara kecil untuk merasakan atmosfer sepak bola dunia. Hasilnya tidak selalu seimbang, tetapi pengalaman, gol pertama, dan kebanggaan nasional tetap menjadi bagian penting dari turnamen.

Di sisi lain, kemenangan Jerman menjadi pengingat bahwa tim elite tetap memiliki jarak kualitas yang besar dibanding debutan. Der Panzer memanfaatkan laga pembuka untuk mengumpulkan poin penuh, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat selisih gol sejak awal fase grup.

Susunan pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer (k); Joshua Kimmich (Waldemar Anton 83'), Jonathan Tah (Antonio Rudiger 73'), Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown (David Raum 73'); Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala (Deniz Undav 64'), Florian Wirtz; Kai Havertz.

Curacao (4-4-2): Eloy Room; Sherel Floranus, Riechedly Bazoer, Armando Obispo, Deveron Fonville; Tahith Chong (Gervane Kastaneer 83'), Livano Comenencia, Leandro Bacuna (k), Juninho Bacuna; Jearl Margaritha (masuk 65'), Jürgen Locadia.