Periskop.id – Pertamina kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan sistem digital yang telah disediakan. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah melakukan reset barcode atau QR Code Subsidi Tepat secara berkala.
Imbauan ini muncul di tengah masih ditemukannya praktik curang seperti pelansiran, meskipun distribusi BBM bersubsidi sudah menggunakan sistem berbasis QR Code. "Langkah reset ini terutama ketika QR code pernah difoto atau screenshot oleh orang lain," kata Sales Brand Manager (SBM) Kalsel 1 Fuel Pertamina Patra Niaga Wicaksono Ardi Nugraha di Banjarbaru, Selasa (5/5).
Menurut Wicaksono, QR Code yang tersebar atau tersimpan oleh pihak lain berpotensi disalahgunakan untuk pengisian BBM subsidi secara tidak sah. Oleh karena itu, masyarakat disarankan melakukan reset secara rutin sebagai langkah preventif.
Reset QR Code dapat dilakukan melalui situs resmi subsiditepat.mypertamina.id dengan cara masuk menggunakan NIK atau akun terdaftar, memilih kendaraan, lalu menekan opsi Reset Kode QR.
"Jadi untuk lebih aman sebagai langkah pencegahan lakukan reset saja setiap hari," tegasnya.
Namun, Pertamina membatasi proses reset tersebut maksimal satu kali dalam sehari untuk menjaga sistem tetap stabil dan terkontrol. Meski sistem digital telah diterapkan secara nasional, Pertamina mengakui masih adanya celah yang dimanfaatkan oknum untuk melakukan penyalahgunaan BBM subsidi, khususnya dalam bentuk pelansiran atau pembelian berulang untuk dijual kembali.
Sebagai langkah pengawasan, Pertamina secara aktif memantau pola pengisian BBM di SPBU. Barcode yang terindikasi melakukan pengisian berulang dalam jumlah mencurigakan akan langsung diblokir. "Barcode yang disinyalir melanggar aturan ini kami tandai sebagai negatif list," ungkapnya.
Distribusi BBM Subsidi
Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi BBM subsidi di Indonesia masih didominasi sektor transportasi, dengan distribusi yang rentan terhadap penyimpangan di lapangan. Pada 2025, penyaluran solar subsidi mencapai lebih dari 17 juta kiloliter, sementara Pertalite berada di kisaran 30 juta kiloliter.
Untuk itu, pemerintah bersama Pertamina terus memperkuat sistem pengawasan berbasis digital melalui program Subsidi Tepat, yang bertujuan memastikan BBM subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pertamina juga menegaskan, keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data pribadi, termasuk QR Code kendaraan.
Dengan rutin melakukan reset dan tidak sembarangan membagikan QR Code, masyarakat diharapkan dapat ikut mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan negara sekaligus menjaga distribusi BBM tetap tepat sasaran.
Langkah sederhana ini, menjadi bagian penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas penyaluran energi subsidi di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar