Periskop.id - Pemerintah menyiapkan Bali sebagai International Financial Center (IFC) atau pusat keuangan internasional yang akan dioperasikan layaknya kawasan serupa di Dubai, Uni Emirat Arab. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tengah menggodok paket insentif khusus untuk kawasan yang bakal ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

Airlangga menyebutkan, insentif yang disiapkan dirancang agar kompetitif dan sejajar dengan fasilitas yang selama ini menarik investor ke Dubai.

"Di dalam special economic zone, kita memberikan insentif khusus. Tapi kita bikin supaya setara dengan di Dubai," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (23/6).

Pengembangan IFC ini direncanakan bermula dari Bali, namun Airlangga tak menutup kemungkinan kawasan serupa hadir di beberapa lokasi lain ke depannya, mengikuti pola pengembangan Dubai.

"Tahap sekarang di Bali dulu. Titiknya bisa di beberapa tempat. Sama seperti di Dubai kan, beberapa tempat," ungkap dia.

Pemerintah juga tengah mematangkan regulasi sebagai fondasi pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali. Regulasi itu dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang mampu menarik investor global.

Airlangga sebelumnya sempat meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial pengembangan IFC. Pengembangan di kawasan itu akan berlanjut melalui sejumlah proyek strategis sepanjang 2026.

Hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali membukukan realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Pemerintah juga mengembangkan ekosistem health tourism di KEK Sanur. Fasilitas unggulan di sana adalah Bali International Hospital (BIH), yang telah beroperasi sejak April 2025 dan menyediakan berbagai layanan spesialis.

Jumlah kunjungan pasien BIH hingga kuartal I 2026 tercatat sebanyak 14.950 orang, dengan komposisi 60% Warga Negara Asing (WNA) dan 40% Warga Negara Indonesia (WNI).

Secara kumulatif pada periode yang sama, KEK Sanur mencatat realisasi investasi Rp5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, serta menarik 279.804 kunjungan wisatawan.