Periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat QRIS antarnegara membukukan net inbound sebesar Rp1,52 triliun pada triwulan II 2026. Capaian itu berasal dari transaksi inbound Rp1,85 triliun dan outbound sekitar Rp330 miliar.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, transaksi inbound merupakan pembayaran yang dilakukan pengguna luar negeri di Indonesia. Sementara itu, outbound adalah transaksi pengguna Indonesia saat bertransaksi di luar negeri.

"Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara," kata Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar secara daring dari Jakarta, Rabu.

Menurut Filianingsih, kinerja tersebut menunjukkan QRIS antarnegara semakin banyak dimanfaatkan oleh warga negara lain yang datang ke Indonesia. Pemanfaatan itu dinilai turut menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Selain mencatat pertumbuhan transaksi, BI juga terus memperluas kerja sama sistem pembayaran lintas negara. Filianingsih mengungkapkan pembahasan dengan India masih berlanjut hingga saat ini.

Di sisi lain, BI disebut telah memulai diskusi yang lebih mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas implementasi pembayaran digital lintas negara.

"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih.

Secara umum, BI melaporkan transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap mencatat pertumbuhan pada triwulan II 2026. Menurut BI, kondisi tersebut didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal sehingga menopang aktivitas ekonomi.

BI mencatat volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88% secara tahunan. Volume transaksi internet meningkat 16,88%, transaksi mobile tumbuh 31,39%, sedangkan transaksi QRIS melonjak hingga 100,12% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut BI, pertumbuhan QRIS didorong bertambahnya jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, BI-FAST memproses 1.529 juta transaksi dengan pertumbuhan 38,09% (yoy) dan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun.

Sebagai konteks, BI juga mencatat volume transaksi melalui BI-RTGS mencapai 2,63 juta transaksi atau naik 13,03% (yoy). Nilai transaksi yang diproses melalui sistem tersebut tumbuh 12,66% menjadi Rp53.492 triliun pada triwulan II 2026.

Pada periode yang sama, pengelolaan uang rupiah turut menunjukkan peningkatan. BI melaporkan uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 14,03% (yoy) menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026.