Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan angsuran pertama pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah kini mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan administrasi agar pembayaran dapat dilakukan tepat waktu.
Menurutnya, proses verifikasi dan validasi menjadi tahapan yang harus dituntaskan sebelum pembayaran dilakukan. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai syarat pencairan dana.
"Nanti September akan jatuh tempo pertama ya, untuk angsuran dari Agrinas Pangan kepada Himbara, kan selama ini pinjam. September," kata Zulkifli Hasan seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Zulkifli menjelaskan, pembayaran baru dapat diproses setelah verifikasi dan validasi dinyatakan selesai serta disampaikan kepada BPKP. Setelah seluruh tahapan itu dipenuhi, Kementerian Keuangan akan menyalurkan dana kepada Himbara.
Menurutnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan pembayaran kepada Himbara setelah seluruh persyaratan administratif dipenuhi. Tahapan tersebut disebut menjadi mekanisme yang harus dilalui sebelum angsuran pertama dibayarkan.
"Setelah validasi verifikasi disampaikan dengan BPKP baru bisa dibayar oleh Menteri Keuangan, baru Menteri Keuangan nanti transfer ke Himbara ya. Jatuh tempo September," kata dia.
Ia mengatakan pemerintah sedang mengupayakan seluruh persyaratan administrasi selesai pada Agustus. Dengan begitu, pembayaran angsuran pertama Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat dilakukan sebelum jatuh tempo.
"Kami juga bekerja keras tadi melaporkan agar Agustus ini semua persyaratan sudah selesai sehingga sebelum September dana angsuran pertama Koperasi Desa Merah Putih dan Kelurahan Merah Putih bisa dibayar ke Himbara," kata dia.
Program KDKMP didukung pembiayaan pinjaman dari Himbara senilai Rp240 triliun. Setiap koperasi memperoleh plafon pembiayaan hingga Rp3 miliar sebagai bagian dari pelaksanaan program tersebut.
Dalam rapat terbatas yang berlangsung sekitar tiga setengah jam, Zulkifli menyebut Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Dukungan itu juga melibatkan TNI dan Polri agar pelaksanaan program berjalan optimal di berbagai daerah.
"Bapak Presiden memastikan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih dipastikan harus didukung oleh semua kementerian lembaga. Juga didukung oleh TNI dan Polri, diminta untuk membantu mendukung penuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk sukses sebagai infrastruktur pemerintah satu, dua sebagai off taker,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, Presiden Prabowo juga menetapkan Koperasi Merah Putih sebagai pusat penyaluran berbagai program pemerintah. Seluruh barang bersubsidi dan bantuan pemerintah nantinya akan didistribusikan melalui koperasi agar penyaluran lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
"Infrastruktur pemerintah yaitu seluruh barang-barang subsidi, barang-barang bantuan pemerintah semua nanti penyalurannya melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih," tutup Zulkifli Hasan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar