Periskop.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan Presiden RI Prabowo Subianto akan membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII pada Jumat (24/7). Forum lima tahunan itu akan menghimpun sekitar 87 organisasi Islam dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Ketua Umum MUI, Marsudi Syuhud menjelaskan, pembukaan kongres dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. Menurutnya, setelah pembukaan oleh Presiden, agenda akan dilanjutkan dengan sidang pleno selama pelaksanaan kongres.
“Pada acara itu nanti akan dibuka oleh Presiden, yaitu pada tanggal 24 Juli kira-kira jam 16.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang pleno-pleno,” terang Marsudi di Jakarta, Kamis (23/7).
Marsudi menjelaskan, KUII merupakan forum yang wajib diselenggarakan sedikitnya sekali dalam lima tahun. Menurutnya, MUI sebagai rumah besar organisasi Islam memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk memfasilitasi musyawarah tersebut.
Ia menyebut, KUII VIII akan dihadiri sekitar 87 organisasi Islam yang berada dalam naungan MUI. Forum itu disebut menjadi wadah konsolidasi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga keislaman di Indonesia.
“Mengapa dilakukan oleh MUI? Karena organisasi-organisasi Islam itu berada dalam satu payung, satu rumah besar, yaitu Majelis Ulama Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marsudi menilai KUII VIII tidak hanya menjadi agenda seremonial. Menurutnya, forum tersebut dirancang sebagai ruang dialog untuk menyampaikan berbagai masukan strategis kepada pemerintah.
Ia mengatakan, berbagai pandangan dan kritik yang muncul dalam kongres merupakan bagian dari upaya bersama membangun bangsa. Masukan itu nantinya akan dibahas dalam rangka menghasilkan rekomendasi yang konstruktif.
“Membangun bangsa adalah sebuah keharusan. Maka kritik itu biasa jika nanti di dalam kongres ini ada masukan-masukan terhadap pemerintah,” ujarnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, sidang pleno akan menghadirkan menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, aparat penegak hukum, serta akademisi dari berbagai disiplin ilmu.
Pada sesi pembukaan, MUI juga mengundang perwakilan unsur non-Muslim untuk memperkaya perspektif kebangsaan bersama para pimpinan ormas Islam dan pemangku kepentingan lainnya.
KUII VIII mengusung tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" dan dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Forum tersebut menjadi agenda lima tahunan yang diinisiasi MUI sebagai wadah musyawarah organisasi-organisasi Islam di Indonesia.
Marsudi berharap hasil pembahasan dalam KUII VIII dapat melahirkan rekomendasi yang memberi manfaat nyata bagi bangsa.
“Tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan anak bangsanya,” imbuhnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar