Periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tetap berada di atas level 5 persen.

 

Menurutnya, keyakinan tersebut ditopang oleh kinerja investasi yang masih kuat serta berbagai insentif yang telah digelontorkan pemerintah untuk menjaga aktivitas ekonomi.

‎"(Kuartal II) masih di atas 5 persen, terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah," kata Airlangga kepada media, dikutip Kamis (30/7). 

‎Ia menambahkan, pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV 2026 melalui percepatan belanja pemerintah serta peningkatan realisasi investasi.

‎Menurut Airlangga, minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia masih cukup tinggi. Namun, para investor meminta pemerintah menyelesaikan sejumlah hambatan investasi (debottlenecking), terutama yang berkaitan dengan perizinan dan kemudahan berusaha.

‎"Ya sebetulnya siapapun bisa masuk dalam kawasan ekonomi khusus. Tetapi tentu kita akan lihat juga karena ada misalnya kes untuk mempermudah domestik TKDN melalui kawasan-kawasan ekonomi khusus," jelasny. 

‎Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menarik investasi baru. Airlangga mengatakan berbagai kemudahan disiapkan agar investor dapat lebih mudah masuk dan beroperasi di Indonesia, termasuk dukungan terhadap pengembangan industri dalam negeri.

‎Selain investasi, katanya, pemerintah turut memantau kondisi sektor pangan di tengah berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah. Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan distribusi sumber daya air dari daerah yang masih memiliki cadangan air cukup ke wilayah produktif yang membutuhkan.

‎"Ya kita monitor aja karena memang di beberapa daerah hujan kan sudah tidak turun dan mana daerah yang bisa diselesaikan dengan kompanisasi dimana sungai-sungainya yang masih banyak air dan bagaimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah yang produktif," tutupnya.