periskop.id - Harga logam mulia atau emas Antam diproyeksikan masih berpeluang menguat hingga akhir tahun 2025, dengan potensi menyentuh level Rp2.700.000 per gram. Pergerakan tersebut sejalan dengan outlook harga emas dunia yang masih didorong sentimen geopolitik global dan pelemahan Indeks Dolar Amerika Serikat.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia pada perdagangan terakhir ditutup di level US$4.531 per troy ounce, sementara harga logam mulia berada di level Rp2.627.000. Dari pergerakan tersebut, emas fisik domestik masih memiliki ruang fluktuasi dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Ibrahim, apabila harga emas dunia mengalami koreksi pada awal pekan, harga logam mulia berpotensi ikut terkoreksi. Ia memperkirakan support terdekat logam mulia berada di level Rp2.600.000
“Apabila harga emas dunia turun di hari Senin, kemungkinan besar akan terkoreksi di support pertama di US$4.509 per troy ounce. Kemudian logam mulianya di Rp2.600.000,” jelasnya.
Jika tekanan berlanjut hingga pertengahan pekan, Ibrahim menilai harga logam mulia masih berpotensi melemah hingga area support berikutnya di Rp2.570.000, mengikuti pergerakan emas dunia yang berpotensi menguji support lanjutan.
“Nah kalau seandainya turun sampai di hari Rabu, ya berarti kemungkinan besar support keduanya itu di US$4.487 per troy ounce. Logam mulianya itu kemungkinan di Rp2.570.000,” katanya.
Meski demikian, peluang penguatan harga logam mulia tetap terbuka. Ibrahim menyebutkan, jika harga emas dunia bergerak naik dan menembus resistance pertama, maka harga logam mulia berpotensi ikut menguat.
“Kalau seandainya harganya naik, ya resisten pertama itu di US$4.550. Ingat, resisten pertama US$4.550 itu kalau di logam mulia menjadi Rp2.650.000,” ungkap Ibrahim.
Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan penguatan logam mulia berpeluang berlanjut hingga akhir tahun. Ia menilai harga emas fisik domestik berpotensi menyentuh level Rp2.700.000, seiring peluang penguatan emas dunia hingga mendekati US$4.600 per troy ounce.
“Kemungkinan besar sampai akhir tahun harga Loga Muliakan menyentuh level Rp2.700.000 atau mendekati Rp2.700.000,” ujarnya.
Ibrahim menambahkan, pergerakan logam mulia masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama ketegangan geopolitik global dan pelemahan Indeks Dolar AS. Kondisi tersebut membuat emas fisik tetap diminati sebagai instrumen lindung nilai.
Tinggalkan Komentar
Komentar