periskop.id – Bank Sentral China (PBOC) menunjukkan ketahanan permintaan resmi dengan memperpanjang aksi beli emas selama 15 bulan beruntun.
Melansir Bloomberg, Langkah strategis ini tetap berjalan konsisten kendati reli pemecahan rekor harga logam mulia sempat terhantam gelombang jual pasar yang tajam akhir bulan lalu.
Data resmi yang dirilis pada Sabtu (7/2) memperlihatkan kepemilikan emas PBOC bertambah sebanyak 40.000 troy ounce bulan lalu. Bank sentral tersebut tercatat memulai putaran pembelian logam mulia terbarunya ini sejak November 2024.
Gelombang minat spekulatif sebelumnya sempat mendorong harga emas dan perak mencapai puncak tertinggi secara berturut-turut sepanjang Januari. Tren positif ini terjadi sebelum akhirnya pasar mengalami keruntuhan harga (rout) yang cukup bersejarah di akhir bulan.
Harga komoditas ini perlahan mulai menunjukkan pemulihan parsial pasca guncangan tersebut. Namun, kondisi pasar terpantau masih belum sepenuhnya stabil.
Investor global saat ini tampak sedang meninjau ulang posisi portofolio mereka. Langkah ini diambil sebagai respons kehati-hatian setelah terjadinya aksi jual besar-besaran sebelumnya.
Di sisi lain, pembelian oleh bank sentral global tetap menjadi pilar struktural utama bagi pasar emas. World Gold Council (WGC) mencatat adanya kenaikan pembelian pada kuartal terakhir tahun 2025.
Total pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia sepanjang tahun lalu berhasil menembus angka lebih dari 860 ton. Angka ini menunjukkan minat institusi negara terhadap aset safe haven masih cukup solid.
Meski demikian, volume tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan capaian tiga tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, akumulasi pembelian tahunan konsisten berada di atas 1.000 ton.
WGC memprediksi permintaan kemungkinan besar akan tetap berada di level tinggi pada masa mendatang. Hal ini menjadi sinyal positif bagi fundamental pasar logam mulia jangka panjang.
Tren pembelian berkelanjutan ini sekaligus memperkuat peran vital emas dalam komposisi cadangan devisa resmi berbagai negara. Stabilitas nilai emas menjadi faktor kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tinggalkan Komentar
Komentar