Periskop.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, Indonesia memiliki potensi eksplorasi sumber daya minyak dan gas (migas) yang besar. Sejauh ini, ada 108 cekungan sedimen yang belum tersentuh kegiatan eksplorasi.

Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Edy Slameto menyampaikan, dari 128 cekungan migas yang telah teridentifikasi, hanya 20 cekungan migas yang telah dikembangkan, 108 sisanya merupakan area yang belum dilakukan eksplorasi.

“Tidak semuanya mengandung migas, tetapi jika 20% hingga 30% saja memiliki potensi, itu sudah sangat besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Edy di Bandung, Selasa (2/12). 

Edy menjelaskan, Badan Geologi telah menyusun peringkat terhadap 108 cekungan tersebut berdasarkan berbagai parameter yang mencerminkan potensi kekayaan sumber daya migas. Cekungan dengan peluang lebih tinggi menjadi prioritas pengerjaan survei data geologi, sementara cekungan dengan potensi rendah akan menunggu sesuai skala prioritas.

“Mengingat keterbatasan anggaran, kami bergerak untuk melakukan eksplorasi berdasarkan skala prioritas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan program Presiden Prabowo mengenai ketahanan energi. Eksplorasi masif pada cekungan-cekungan sedimen menjadi kunci untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru.

Dengan semakin banyak data geologi yang disediakan pemerintah, minat investor diharapkan meningkat sehingga kegiatan eksplorasi dapat berlangsung lebih cepat.

Edy menyebut, fokus prioritas eksplorasi saat ini diarahkan ke kawasan Indonesia Timur yang dinilai memiliki risiko geologi yang masih tinggi, sehingga pelaku usaha belum banyak melakukan investasi.

“Karena wilayah Indonesia Barat sudah relatif padat eksplorasi, pemerintah menggeser fokus ke Indonesia Timur. Dengan intervensi pemerintah berupa data geologi ini diharapkan lebih banyak perusahaan tertarik untuk berinvestasi di wilayah timur,” katanya.

Papua dan Sulawesi

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap menawarkan 75 blok minyak dan gas bumi (migas), dengan potensi terbesar berlokasi di wilayah Papua dan Sulawesi.

“Kami siap menawarkan wilayah kerja untuk 75 blok migas. Kalau dilihat dari sisi potensi, yang terbesar itu adalah di sekitar Papua, kemudian di Sulawesi,” ucap Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung beberapa waktu lalu. 

Sebanyak 20 blok migas berlokasi di wilayah Maluku-Papua, seperti Seram-Aru, Cendrawasih Bay II dan III, dan lain-lain. Yuliot menyampaikan, 75 blok migas tersebut siap ditawarkan kepada perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) maupun badan usaha. Penawaran tersebut bertujuan untuk mempercepat peningkatan produksi migas di dalam negeri.

“Kami sudah melakukan identifikasi dan kami siap menawarkan melalui lelang kepada badan usaha. Secara paralel, kami mencoba melakukan penyerahan perizinan mana yang bisa masuk perusahaan KKKS melalui lelang,” ucap Yuliot.

Dari 75 blok migas tersebut, sebanyak 61 area dilelang oleh pemerintah, yakni Central Andaman (awarded), Amanah (awarded), Melati (awarded), Panai (open), Pesut Mahakam (open), Serpang (siap lelang), Kojo (siap lelang), Binaiya (siap lelang), Gaea 1 (siap lelang), Gaea 2 (siap lelang), dan Air Komering (siap lelang).

Selain itu, ada Meuseuraya, Jalu, Gagah, Natuna D-Alpha, Kisaran Baru, Barong, Perkasa, Mabelo, Lavender, Muara Tembesi, Southwest Andaman, Areca, Bruni, Carera, West Andaman I, dan West Andaman II. Kemudian, Abar, Anggursi, West Rapak, Bintuni, Drawa, Seram-Aru, Namori, Talu-Sapukala, Bengkulu Mentawai, Marva-Talawang-Balakbalakang, Masakka, Nawasena, South Tanimbar.

Lalu, ada juga Rupat, Puri, Ampuh, North Andaman, Maratua II, Bengara II, Mamberamo, Tomini Bay, AOI-K1, SE Natuna, Karapan Baru, Patin, South East Java, Taliabu, South Matindok, Rangkas, Boka, Enrekang, Northeast Tanjung, Palmerah Baru, dan Tungka Baru.

Di luar 61 area yang dilelang oleh pemerintah, terdapat 14 area terbuka yang berpotensi. Antara lain, Bukit Barat, Kasongan Sampit, Palangkaraya, West Sangatta, South Sageri, South East Mandar, Halmahera Kofiau, Semai IV, North Arguni, Cendrawasih Bay II, Cendrawasih Bay III, Akimeugah I, Akimeugah II, serta East Tanimbar.