periskop.id - Pemulihan listrik di Sumatera Utara pascabencana banjir dan tanah longsor akhirnya rampung sepenuhnya. PT PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan di wilayah terdampak kembali beroperasi, menandai berakhirnya masa gelap yang dialami masyarakat sejak bencana melanda pada 25 November 2025.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras ribuan petugas di lapangan.
“Keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja keras antar-petugas PLN dan seluruh unsur yang memperkuat dukungan di lapangan,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (8/12).
Ia menambahkan, sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, seluruh personel PLN menembus medan berat demi memastikan listrik kembali menyala di setiap titik terdampak. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini.
“Tantangannya luar biasa, tetapi semangat untuk menghadirkan terang bagi rakyat di Sumut jauh lebih besar,” kata Darmawan. Pernyataan ini mencerminkan tekad PLN untuk tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan harapan warga.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundhakir, menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, kecepatan, dan ketepatan.
“Kami melibatkan sebanyak 949 personel dengan prosedur keamanan ketat. Banyak titik hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sambil membawa material berat,” ungkapnya.
Petugas harus menghadapi jalur berlumpur, tebing curam, hingga wilayah terisolasi. Kondisi ini memperlihatkan betapa sulitnya akses menuju lokasi terdampak, tetapi semangat kolaborasi lintas pihak membuat pekerjaan berat tersebut dapat diselesaikan.
Mundhakir menambahkan, sebanyak 103 penyulang yang sebelumnya lumpuh kini telah kembali beroperasi. PLN memastikan seluruh pelanggan di wilayah terisolasi akan menyala secara bertahap.
“Rampungnya pemulihan ini bukan hanya keberhasilan teknis, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menembus medan tersulit,” katanya.
Wilayah terakhir yang berhasil dipulihkan adalah Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang kembali terang pada Minggu, 7 Desember 2025. Hal ini menandai tuntasnya pemulihan pascabencana yang berlangsung selama hampir dua pekan.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor di Sumatera Utara mengakibatkan ribuan rumah terendam, puluhan fasilitas umum rusak, serta ribuan warga harus mengungsi. Pemulihan listrik menjadi salah satu prioritas utama karena berhubungan langsung dengan layanan kesehatan, komunikasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Komentar