Periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sedang mengkaji pemberian diskon tarif listrik, untuk daerah-daerah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1).
Pemberian diskon listrik tersebut, merupakan respons Bahlil terhadap surat permohonan diskon listrik yang diajukan oleh kepala daerah dari wilayah terdampak bencana. Bahlil juga memastikan akan melapor kebijakan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, sebelum mengeksekusinya.
“Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita,” ujar Bahlil.
Terkait dengan perbaikan infrastruktur kelistrikan, Bahlil mengatakan terdapat kurang lebih 150 desa yang harus dituntaskan infrastrukturnya.
“Kami kirim seribu genset kepada saudara-saudara kita di sana, karena masih ada infrastruktur darat tegangan rendah yang belum selesai. Masih ada kurang lebih sekitar 150 desa yang harus kita selesaikan,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan sektor ESDM sudah melakukan perbaikan pelayanan di lokasi-lokasi yang terdampak bencana, seperti layanan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
“Memang di sana masih ada beberapa infrastruktur di dua kabupaten atau tiga kabupaten yang masih butuh usaha yang sangat besar sekali,” kata dia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri, lanjutnya, telah menyalurkan sebanyak 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA) ke 224 desa terdampak dan belum teraliri listrik di Aceh.
Selain 1.000 unit genset, Kementerian ESDM juga melengkapi bantuan dengan paket pendukung berupa 100 meter kabel NYM 2x2,5 mm. Kemudian, delapan buah kontak Standar Nasional Indonesia (SNI), tujuh buah tusuk kontak SNI, stok bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari, serta dua buah isolasi.
Listrik Untuk Huntara
Sebelumnya, PT PLN (Persero) memastikan siap mendukung penuh pembangunan hunian sementara (huntara) sebanyak 15 ribu unit bagi masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir Sumatera. PLN akan berkontribusi melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui keterangannya di Makassar, Sabtu menegaskan kesiapan PLN, dalam melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan huntara.
"Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat. Tidak hanya fokus terhadap konstruksi bangunan saja, melainkan juga kebutuhan dasar seperti listrik.
Ketersediaan listrik juga menjadi prioritas Pemerintah melalui Danantara Indonesia ,dalam membangun huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.
Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang. Seperti pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Bahkan jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.
Langkah ini, dianggap PLN sebagai bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Khususnya, melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.
Rencananya, sebanyak 600 unit huntara akan diserahkan kepada Pemda setempat pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana. Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proges pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya.
Darmawan menegaskan, kehadiran listrik yang andal di huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan huntara," tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar