periskop.id - Tahun 2025 dipenuhi oleh daftar film Indonesia yang silih berganti tayang di bioskop. Namun, di balik ramainya jadwal rilis, tidak semua film berhasil mengundang penonton untuk datang. Beberapa judul justru sepi penonton dengan kursi bioskop yang kosong. Berdasarkan data dari Cinepoint, berikut 10 film indonesia paling sepi penonton tahun 2025.

10 Film Indonesia Paling Sepi Penonton 2025

1. Misteri Cek Khodam

Film Misteri Cek Khodam jadi salah satu film Indonesia dengan jumlah penonton paling sedikit di 2025 versi Cinepoint. Sejak tayang pada 6 Februari 2025, film ini cuma ditonton 27 orang, dan diputar sampai 39 kali.

Ceritanya tentang seorang pemuda yang tanpa sadar mewarisi khodam dari ayahnya, yang kemudian memicu berbagai kejadian mistis. Film horor ini disutradarai oleh Pesulap Limbad dan dibintangi Bopak Castello, Reiner Manopo, Budi Limbad, serta Daus Separo. Sayangnya, meski temanya unik dan pemainnya cukup dikenal, film ini belum berhasil menarik perhatian penonton.

2. Basement: Jangan Turun Ke Bawah

Tayang pada 5 Juni 2025, film Basement: Jangan Turun ke Bawah hanya berhasil menarik 115 penonton. Disutradarai oleh Enjah Praboe film ini menceritakan Raka (Nicharter), seorang penulis di sebuah rumah produksi yang sering diganggu penampakan arwah perempuan menangis di basement kantornya.

Belakangan terungkap, teror tersebut ada hubungannya dengan ritual tumbal manusia yang dilakukan pemilik gedung, Pak Sugondo (Agus Subekti), demi kelancaran dan kesuksesan bisnisnya. Bersama sahabatnya, Adnan (Johfi Syahzeli), Raka pun mulai menyelidiki rahasia gelap di balik gedung itu.

Dari penyelidikan mereka, terkuak fakta bahwa Sugondo adalah otak di balik berbagai kejadian tragis, mulai dari kebakaran misterius hingga kematian beberapa karyawan di kantor tersebut.

3. Korban Jatuh Tempo: Pinjol

Film horor komedi garapan Bram Ferino ini hanya ditonton oleh 179 orang. Tayang pertama kali pada 17 April 2025, ceritanya berpusat pada seorang penghuni kos Musdalifah yang nekat mengakhiri hidup karena terjerat utang pinjaman online.

Masalahnya belum selesai sampai di situ. Arwah penghuni tersebut masih meneror kos, sementara utang pinjolnya belum lunas. Sondang, sang pemilik kos, bersama para penghuni lainnya pun harus bekerja sama melunasi utang Musdalifah agar teror bisa berhenti. Setiap hari mereka menghadapi kejadian supranatural sekaligus teror penagih utang, dikemas dalam situasi kocak yang tetap bikin tegang.

4. Putra

Putra adalah satu-satunya film animasi yang masuk daftar film Indonesia dengan penonton paling sedikit di 2025. Dirilis pada 16 Agustus 2025, film ini hanya berhasil menarik sekitar 293 penonton selama masa penayangannya.

Menceritakan Putra, seorang anak pemberani yang tinggal di Indonesia dan selalu siap melawan kejahatan. Bersama dua sahabatnya, Lis dan Budi, Putra berusaha melindungi kota mereka dari berbagai ancaman yang datang.

5. Orang Ikan

Film horor, thriller, dan misteri garapan Mike Wiluan ini sebenarnya sudah lebih dulu tayang di luar negeri dengan judul Monster Island pada 2024. Sayangnya, saat dirilis di Indonesia, film ini kurang mendapat perhatian penonton dan hanya mencatat sekitar 332 tiket terjual pada Juli 2025.

Dengan versi Indonesia berjudul Orang Ikan ini dibintangi Dean Fujioka sebagai Saito dan Callum Woodhouse sebagai Bronson. Keduanya diceritakan sebagai tentara Perang Dunia II dari pihak yang berbeda, terdampar di sebuah pulau di Pasifik, lalu berhadapan dengan Orang Ikan, makhluk mitologis yang dikenal dalam cerita Melayu.

6. Mocca: Life In Bloom 

Film dokumenter animasi Mocca: Life in Bloom mencatat jumlah penonton yang cukup minim, hanya sekitar 358 orang. Angka ini membuatnya masuk dalam daftar film dengan penonton paling sedikit di 2025, meski film tersebut dirilis sebagai bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan band Mocca dan hanya diputar di sejumlah bioskop terbatas.

Mocca Life in Bloom adalah mini album yang merayakan 25 tahun perjalanan Mocca. Isinya tentang cinta, persahabatan, dan komitmen, dengan makna tumbuh dan “mekar” tanpa kehilangan jati diri.

Lagu utama Just Say Yes menutup trilogi cinta Mocca, setelah Be My Bee dan Menua Bersama. Dengan musik retro yang hangat dan vokal khas Arina, album ini menunjukkan bahwa Mocca tetap konsisten dan semakin matang seiring waktu.

7. Cinta Pertamaku

Cinta Pertamaku tayang pada 28 Agustus 2025 dan hanya ditonton sekitar 579 orang. Film ini mengisahkan Mentari (Giselle Nicoleen Cahadi), seorang siswi yang hidup sederhana bersama ayahnya, Rais (Fadel Lenon) yang memiliki keterbatasan mental. Ibunya, Ayu Ling (Naomi Putri), telah meninggal dunia karena sakit.

Rais bekerja sebagai petugas kebersihan jalan, pekerjaan yang sering membuat Mentari di-bully di sekolah. Meski begitu, Mentari tetap bangga pada ayahnya dan berusaha membuktikan bahwa keluarganya pantas dihormati.

8. Parah Bener

Parah Bener dirilis pada 7 Mei 2025, film ini hanya ditonton sekitar 656 orang. Menceritakan tentang Marko, Paing, Nacing, dan Japri yang hidupnya selalu dipenuhi masalah konyol. Suatu hari, Marko panik karena melihat kekasihnya, Marni, diculik orang tak dikenal. Ia pun langsung mengejar penculik itu bersama Japri. 

Di tengah pengejaran, mereka malah tertabrak mobil Tania, seorang artis pendatang baru yang kabur dari rumah. Merasa bersalah, Tania ikut membantu mereka. Namun saat akhirnya bertemu Marni, bukannya bahagia, Marni justru marah pada Marko karena salah paham.

9. Gara-Gara Cicilan 

Film dengan penonton paling sepi selanjutnya ada Gara-gara Cicilan yang tayang pada 9 November 2025 dan hanya ditonton sekitar 660 orang. Film ini bercerita tentang Tiara (Diva Pancarani), mahasiswi tingkat akhir di Makassar yang bekerja paruh waktu di kafe demi membantu ekonomi keluarganya.

Masalah muncul saat Tiara terjebak cinta segitiga dengan dua sahabatnya, Rija, seorang fotografer dengan penghasilan tidak tetap, dan Jhaka, barista bergaji pas-pasan yang punya banyak cicilan. Konflik soal uang dan perasaan pun membuat persahabatan mereka ikut teruji.

10. Uwentira: Kota Jin

Film terakhir dalam daftar ini adalah Uwentira: Kota Jin karya sutradara Nur Afni Eka Muslim. Film horor yang terinspirasi dari mitos Sulawesi Tengah ini dirilis pada Maret lalu dan hampir menembus seribu penonton selama masa tayangnya.

Ceritanya mengikuti Dewi, seorang perempuan yang datang ke Palu untuk mencari kenalannya, Salena. Namun setibanya di sana, Dewi justru mengalami berbagai kejadian aneh yang berkaitan dengan mitos Uwentira, kerajaan gaib yang dipercaya masyarakat setempat. Film ini mengajak penonton menyelami misteri dan teror yang dialami Dewi saat mencoba mengungkap keberadaan kota jin tersebut.