periskop.id - Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta) setelah Menteri Luar Negeri Iran menyatakan ada kemajuan dalam perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini memunculkan harapan bahwa negosiasi tersebut dapat mencegah konflik baru di kawasan Timur Tengah.

Melansir CNBC Internasional, Rabu (18/2), minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 56 sen atau 0,89% dan ditutup di level 62,33 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent Crude melemah 1,23 dolar atau 1,79% menjadi 67,42 dolar AS per barel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Iran dan Amerika Serikat telah mencapai ‘kesepakatan umum’ terkait prinsip-prinsip dasar dalam pembicaraan yang berlangsung di Geneva. Pernyataan tersebut dikutip dari kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency.

Araghchi menyebut pembicaraan dengan Amerika Serikat berjalan serius dan konstruktif. Ia menilai kedua pihak menunjukkan pendekatan yang lebih positif dalam membahas isu program nuklir Iran.

Namun demikian, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih tinggi. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir negara tersebut.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Iran juga menggelar latihan militer pada hari yang sama di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan titik penting perdagangan global yang sangat vital bagi distribusi minyak mentah dunia.

Menurut laporan Tasnim, lalu lintas kapal di Selat Hormuz sempat dihentikan selama beberapa jam ketika Garda Revolusi Iran mengadakan latihan angkatan laut. Sekitar sepertiga dari seluruh ekspor minyak mentah dunia yang dikirim melalui jalur laut melewati selat ini, berdasarkan data perusahaan konsultan Kpler.

Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, menyatakan pihaknya siap menutup Selat Hormuz jika mendapat perintah. Pernyataan tersebut kembali menegaskan bahwa kawasan ini tetap menjadi titik sensitif yang berpengaruh besar terhadap stabilitas geopolitik dan harga energi global.