periksop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan tidak terdapat potensi gangguan yang dapat memicu pemadaman listrik dalam waktu dekat. Ia menyebut bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

"Insya Allah enggak," kata Bahlil kepada media, Jakarta, Kamis (18/6).

Advertisement

Bahlil menegaskan, hingga saat ini tidak terdapat persoalan signifikan yang berpotensi mengganggu keandalan sistem kelistrikan nasional. Pemerintah juga terus memantau kecukupan pasokan energi primer guna memastikan operasional pembangkit listrik berjalan optimal.

Menurutnya, kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134 juta ton atau sekitar 87% telah diamankan melalui kontrak pasokan dengan sejumlah perusahaan tambang.

"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi secara overall tidak ada masalah," tuturnya.

Meski pasokan secara umum dinilai aman, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kalori yang banyak digunakan oleh pembangkit listrik.

Bahlil menjelaskan, kualitas batu bara domestik cenderung mengalami penurunan sehingga pasokan batu bara dengan tingkat kalori tersebut semakin terbatas. Karena itu, pemerintah bersama pelaku usaha saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah untuk memastikan kebutuhan pembangkit tetap terpenuhi.

"Memang ada kendala sedikit terhadap batu bara medium, kalori 5.200. Kita tahu sekarang kalori batu bara kita semakin hari semakin rendah. Nah ini yang lagi kita cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," titup dia.