Periskop.id - Industri layar lebar tanah air kembali menunjukkan taringnya pada tahun 2025, khususnya pada genre yang menjadi favorit masyarakat, yaitu horor.
Melalui data yang dihimpun dari laman resmi Film Indonesia, terlihat bahwa antusiasme penonton tidak pernah surut untuk menyaksikan kisah yang memacu adrenalin.
Tim Periskop melakukan estimasi terhadap pendapatan kotor yang diraup oleh jajaran film terlaris ini. Penghitungan dilakukan dengan menggunakan asumsi rata rata harga tiket bioskop sejak tahun 2019 yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per penonton.
Angka ini mencerminkan betapa masifnya perputaran ekonomi di sektor ekonomi kreatif Indonesia saat ini.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai lima film horor Indonesia yang paling sukses menduduki puncak tangga box office sepanjang tahun 2025.
1. Pabrik Gula
Film berjudul Pabrik Gula berhasil mengamankan posisi pertama sebagai film horor paling diminati tahun ini. Mengambil latar waktu tahun 2003 di Jawa Timur, film ini menyajikan ketegangan sosiokultural melalui kehidupan buruh musiman.
Plot ceritanya berpusat pada teror supranatural yang dialami para pekerja di sebuah pabrik gula tua yang menyimpan rahasia kelam.
Konflik memuncak saat terungkap adanya perjanjian kuno antara pemilik pabrik dengan Maharatu, sang pemimpin kerajaan demit. Kemarahan sang penguasa gaib akibat pelanggaran aturan menuntut tumbal nyawa, memaksa para pekerja bertahan hidup di tengah serangan yang mengerikan.
Dengan total penonton mencapai 4.726.760 orang, film ini meraup pendapatan kotor sebesar Rp189.070.400.000. Meskipun sukses secara komersial, film ini mendapatkan rating IMDb sebesar 5,9/10.
2. Petaka Gunung Gede
Di posisi kedua, film yang mengangkat legenda urban dan mitos pendakian, Petaka Gunung Gede, sukses menarik perhatian 3.242.843 penonton. Film ini diangkat dari kisah nyata dua sahabat bernama Maya dan Ita.
Liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk saat Ita melanggar pantangan lokal dengan mendaki gunung ketika sedang menstruasi.
Pelanggaran mitos tersebut memicu serangkaian gangguan mistis yang berujung tragis. Maya sebagai penyintas kemudian berusaha mengungkap misteri di balik kematian sahabatnya dan rahasia kelam yang menyelimuti gunung tersebut.
Film ini mencatatkan pendapatan kotor senilai Rp129.713.720.000 dengan rating IMDb di angka 5,4/10.
3. Jalan Pulang
Aktris ternama Luna Maya kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film Jalan Pulang. Film ini mengisahkan perjuangan seorang ibu bernama Lastini dalam menyembuhkan putrinya, Arum, dari gangguan gaib yang aneh pasca kematian suaminya.
Lastini harus berpacu dengan waktu untuk menemui berbagai dukun di Pulau Jawa sebelum ulang tahun kabisat Arum tiba.
Perjalanan tersebut justru membuka kotak pandora mengenai rahasia gelap keluarga dan ancaman supranatural yang jauh lebih besar. Bersama kedua anaknya yang lain, Lia dan Rama, Lastini harus menghadapi kenyataan pahit di balik penyakit Arum.
Jalan Pulang berhasil mengumpulkan 2.812.047 penonton dengan total pendapatan Rp112.481.880.000. Film ini memiliki rating IMDb sebesar 4,9/10.
4. Kang Solah: from Kang Mak x Nenek Gayung
Menyajikan nuansa yang berbeda, Kang Solah menggabungkan elemen horor dengan komedi segar yang sangat diminati pasar anak muda.
Dibintangi oleh Rigen, film ini menceritakan kepulangan Solah ke kampung halaman yang justru disambut dengan kesalahpahaman karena ia dikira hantu. Masalah semakin rumit saat ia mengetahui kekasihnya, Dara, akan dinikahi oleh adiknya sendiri.
Di sisi lain, desa mereka diteror oleh Nenek Gayung, sosok hantu pemandi jenazah yang legendaris.
Kehadiran Andre Taulany sebagai Kang Mas Pusi menambah unsur komedi dalam misi penyelamatan desa.
Film ini mendapat apresiasi tinggi dengan rating IMDb mencapai 7,0/10 dan ditonton oleh 2.500.018 orang, menghasilkan pendapatan sebesar Rp100.000.720.000.
5. Qodrat 2
Sekuel yang sangat dinanti, Qodrat 2, menutup daftar lima besar dalam kaleidoskop film horor Indonesia tahun ini.
Vino G. Bastian kembali memerankan Ustadz Qodrat yang kini tengah mencari keberadaan istrinya, Azizah, yang diperankan oleh Acha Septriasa.
Azizah yang mengalami depresi hebat setelah menyerahkan diri pada iblis demi sang anak, kini terjebak dalam sebuah pabrik pemintalan.
Pabrik tersebut ternyata menjadi pusat praktik pesugihan dan teror iblis yang sangat kuat. Qodrat pun harus menghadapi pertarungan iman dan fisik yang jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya guna menyelamatkan istrinya dari kesurupan massal.
Sekuel ini sukses menarik 2.211.968 penonton ke bioskop dengan perolehan pendapatan kotor Rp88.478.720.000 serta rating IMDb yang solid di angka 6,5/10.
Tinggalkan Komentar
Komentar