Periskop.id - Netflix mengaku tengah menyiapkan strategi diversifikasi genre dalam jajaran film dan serial Indonesia yang akan tayang sepanjang 2026. Strategi ini dijalankan di antaranya dengan menghadirkan cerita romansa, drama keluarga, kisah coming of age, hingga aksi di luar genre thriller yang selama ini lekat dengan platform tersebut.

Strategi tersebut diumumkan dalam acara Next on Netflix Indonesia 2026 yang digelar di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Kamis (15/1), bersamaan dengan pengenalan sejumlah judul film dan serial karya kreator Indonesia.

“Kami tidak mencari satu definisi tentang seperti apa film atau serial Netflix. Prioritas kami adalah kualitas dan jenis cerita, karena penonton kami sangat beragam,” kata Senior Director Content Netflix Asia Tenggara Malobika Banerjidi Jakarta, Kamis.

Malobika mengatakan, perluasan genre menjadi bagian dari pendekatan Netflix dalam menghadirkan cerita yang relevan bagi audiens yang beragam. Sekaligus memberi ruang eksplorasi yang lebih luas bagi pembuat film Indonesia.

Ia menjelaskan, selama ini Netflix kerap dikenal dengan cerita yang bernuansa gelap dan penuh ketegangan. Namun pada 2026, platform tersebut ingin menawarkan spektrum cerita yang lebih luas melalui romansa, drama emosional, aksi, serta kisah tentang relasi keluarga dan proses menjadi dewasa.

Pendekatan tersebut tercermin dalam jajaran tayangan Indonesia Netflix pada 2026. Film Surat untuk Masa Mudaku karya sutradara Sim F, mengangkat kisah ikatan emosional dan pencarian penerimaan diri melalui hubungan tak terduga di sebuah panti asuhan.

Film Surat ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sang sutradara semasa tumbuh di panti asuhan, yang dirangkum menjadi cerita tentang kehilangan dan penerimaan diri. Sim mengatakan film tersebut menjadi proyek pertamanya bekerja sama dengan Netflix, setelah terakhir merilis film Susi Susanti: Love All pada 2019. 

Ia menyebut kerja sama dengan platform streaming dipilih setelah pandemi covid-19, memengaruhi proses produksi film layar lebar. “Awalnya saya membagikan cerita masa kecil saya di media sosial. Dari situ Netflix membaca dan mengajak untuk mengembangkan cerita tersebut menjadi film,” kata Sim F.

Sementara itu, Luka, Makan, Cinta garapan Teddy Soeriaatmadja memadukan romansa dan dunia kuliner dalam konflik keluarga dengan latar Bali. Film ini menempatkan relasi personal sebagai pusat cerita dengan genre romantis sebagai medium utama.

Netflix juga menghadirkan Night Shift for Cuties, serial debut Monica Vanesa Tedja yang mengeksplorasi dunia fantasi penggemar K-pop. Selanjutnya, Aku Sebelum Aku karya Gina S. Noer yang mengangkat kisah remaja dan hubungan ayah-anak melalui pendekatan drama coming of age.

Di sisi lain, genre thriller dan aksi tetap hadir melalui film Secrets arahan Ravi Bharwani serta Serangan Balik yang disutradarai Sidharta Tata. Kehadiran genre ini melengkapi ragam cerita yang ditawarkan Netflix sepanjang 2026.

Netflix menyatakan, perluasan genre ini bertujuan mencerminkan keberagaman cerita Indonesia. Juga sekaligus mendorong sineas untuk bereksperimen dengan pendekatan naratif yang berbeda, baik dari sisi tema maupun format.

Konten Lokal Mendominasi

Asal tahu saja, Netflix mencatat lebih dari 90% pelanggannya di Indonesia menonton konten lokal sepanjang 2025. Hal ini menandakan kuatnya daya tarik cerita buatan dalam negeri di tengah persaingan tayangan global.

“Kami melihat bagaimana penonton Indonesia sangat terhubung dengan cerita-cerita lokal. Lebih dari 90%anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix,” jelas Malobika Banerji.

Ia mengatakan, tingginya konsumsi konten lokal menunjukkan kedekatan penonton Indonesia dengan cerita yang berangkat dari pengalaman sehari-hari, dinamika keluarga, serta isu sosial yang relevan.

Malobika menilai capaian tersebut menunjukkan, cerita lokal Indonesia tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau penonton global tanpa kehilangan konteks budaya.

Seiring bertumbuhnya jumlah penonton dan perubahan preferensi audiens, Netflix menyatakan akan menghadirkan variasi konten lokal yang lebih luas pada 2026. 

Netflix menilai pendekatan ini sejalan dengan selera penonton Indonesia yang menyukai narasi jujur, relasi personal, dan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sembari tetap menghadirkan unsur hiburan.

Netflix menyatakan pertumbuhan konsumsi konten lokal turut didorong oleh dukungan terhadap kreator Indonesia, baik yang telah mapan maupun talenta baru. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sumber daya produksi, pengembangan cerita secara kolaboratif, serta program berkelanjutan seperti Screenwriting Fellowship dan Reel Life Camp.

Melalui strategi ini, Netflix berharap dapat terus menjadi ruang bagi berkembangnya cerita-cerita Indonesia yang memiliki kedekatan emosional dengan penonton lokal sekaligus berdaya saing di tingkat global.

Netflix, imbuhnya, ingin menjadi ruang bagi kreator Indonesia untuk bereksperimen dan mengembangkan ide, termasuk bagi sutradara mapan maupun talenta baru yang baru memulai perjalanan mereka di industri.

“Kami ingin Netflix menjadi ruang kreatif tempat berbagai ide bisa berkembang, dan tempat cerita-cerita Indonesia diceritakan dengan hati dan visi,” kata Malobika.

Tak heran, pada 2026, Netflix bekerja sama dengan sejumlah sutradara berpengalaman yang untuk pertama kalinya merilis karya di platform tersebut, sekaligus memberi ruang bagi kreator yang melakukan debut Netflix mereka. Pendekatan ini dinilai memperkaya lanskap cerita Indonesia yang ditawarkan kepada penonton.