periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan tren kenaikan sepanjang 2026. Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (8/1), yang menembus level tertinggi baru.

‎Purbaya menilai capaian tersebut menjadi sinyal tren penguatan pasar saham akan berlanjut di tahun ini. Menurutnya, IHSG yang berhasil menembus level 9.000 menunjukkan momentum positif masih terjaga.

‎"Sepertinya (IHSG) akan berkelanjutan terus kenaikannya di tahun 2026 ini, kalau anda lihat sempat menebus 9.000," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (8/1). 

‎Dia mengungkapkan bahwa kinerja IHSG mencerminkan sentimen yang semakin baik di pasar modal Indonesia. Pada Desember 2024, IHSG tercatat berada di level 8.646,9 atau naik 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

‎"Jadi kalau dari sisi sentimen ke perekonomian dari kalangan investor sudah baik," tambahnya.

Menurut Purbaya, membaiknya kinerja tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian nasional terus menguat.

‎Lebih lanjut, Bendahara Negara itu menilai sentimen positif di pasar modal tidak terlepas dari dampak program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah. ‎Meski hasilnya belum sepenuhnya terlihat, investor dinilai mulai merasakan dampak nyata dari pelaksanaan program tersebut terhadap perekonomian.

Pemerintah, kata dia, terus bekerja secara serius dan hasilnya mulai tercermin pada indikator ekonomi, termasuk pergerakan pasar saham.

‎"Itu pasti karena melihat juga walaupun belum penuh, impact dari program pembangunan yang disebutkan selama ini, mereka melihat kbekerja dengan sangat serius dan dampaknya kepada perekonomian sudah mulai kelihatan," terang dia. 

‎Sebelumnya, IHSG hari ini, Kamis 8 Januari 2025 akhirnya tembus level tertinggi baru (all time high/ATH). Berdasarkan pantauan Periskop, IHSG sentuh level 9.000,54 pada pukul 10.05 WIB.

‎Merujuk data RTI, IHSG dibuka naik 0,03% ke level 8.946,700. Sebanyak 306 saham menguat, 99 saham terkoreksi, dan 249 saham stagnan.

‎IHSG hari ini diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dengan target pengujian di kisaran 8.994 hingga 9.077. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek yang berpeluang membawa IHSG menguji area di level 8.777–8.879, seiring mulai munculnya tekanan jual setelah target terdekat tercapai.

‎"Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8,777-8,879," tulis MNC Sekuritas dalam riset terbarunya, Kamis (8/1).