periskop.id - Pasar drama Korea di Indonesia menunjukkan keterikatan emosional yang kuat terhadap aktor dan aktris yang mampu menghidupkan karakter secara meyakinkan. Laporan Jakpat berjudul Korean Drama Trends in Indonesia (2025) mencatat bahwa Lee Min Ho dan Song Hye Kyo masih memimpin popularitas. Selain kesetiaan pada pemeran utama, laporan ini juga menyoroti tingginya angka Second Lead Syndrome yang mencapai 41% untuk karakter ikonik seperti Han Seo Jun. 

Raja dan Ratu Drakor: Lee Min Ho dan Song Hye Kyo Masih di Puncak!

Berdasarkan data survei terhadap 621 penonton drakor aktif, Lee Min Ho masih menjadi raja di hati penggemar Indonesia dengan meraih skor 15%. Posisi ini diikuti oleh nama-nama populer lainnya seperti Lee Jong Suk (5%) dan Ji Chang Wook (5%) yang berbagi tempat di posisi kedua. Sementara itu, Kim Seon Ho dan Park Bo Gum melengkapi daftar lima besar dengan perolehan masing-masing 4%. Konsistensi Lee Min Ho menunjukkan bahwa pesona sang aktor memiliki daya pikat lintas generasi yang sulit digeser oleh tren sesaat.

Di kategori aktris, Song Hye Kyo menunjukkan kekuatan serupa dengan mengantongi 16% suara responden. Angka ini menempatkannya jauh di depan nama-nama populer lainnya. Kim Ji Won, Bae Suzy, dan Lee Ji Eun (IU) masing-masing meraih 5%, disusul oleh Han So Hee di posisi kelima dengan 4%. Keberadaan para bintang ini membuktikan bahwa rekam jejak karier yang panjang dan pilihan proyek drama yang ikonik menjadi fondasi utama dalam menjaga loyalitas penggemar di Indonesia.

Fenomena ini menjadi menarik karena daftar lima besar tersebut didominasi oleh aktor dan aktris yang sudah berkarier lebih dari satu dekade. Hal ini menandakan bahwa penonton Indonesia cenderung memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan sosok yang sudah sering mereka tonton. Namun, apa sebenarnya yang membuat para penggemar ini begitu setia kepada idolanya? Apakah faktor wajah rupawan menjadi satu-satunya alasan, ataukah ada aspek lain yang lebih penting bagi penonton?

Benarkah Fans Drakor Hanya Melihat Penampilan Fisik?

Banyak orang sering terjebak pada pemikiran bahwa popularitas aktor Korea hanya bersandar pada penampilan fisik. Namun, temuan survei Jakpat justru berkata lain. Sebanyak 79% responden dari total keseluruhan menyatakan bahwa kualitas akting adalah alasan utama mereka menyukai seorang aktor atau aktris. Visual yang menarik memang menjadi faktor besar dengan persentase 67%, tapi kemampuan menghidupkan karakter tetap menjadi syarat mutlak bagi penonton di Indonesia.

Jika dilihat lebih dalam berdasarkan gender, terdapat perbedaan preferensi yang cukup unik. Responden wanita memiliki standar yang lebih tinggi dalam menilai kemampuan peran, yakni sebesar 82%, dibandingkan responden pria yang berada di angka 75%. Selain itu, wanita lebih memperhatikan aspek chemistry antarpemain (59%) dibandingkan pria (46%). Hal ini menjelaskan mengapa drama dengan genre romansa sering kali meledak di pasar Indonesia, terutama jika kedua pemeran utamanya mampu membangun emosi yang meyakinkan di depan kamera.

Selain akting dan visual, faktor pendukung seperti gaya busana yang keren (41%) dan kemampuan multitalenta (38%) juga menjadi pertimbangan. Menariknya, kepribadian di luar layar (off-screen personality) justru berada di urutan terbawah dengan angka 30% secara keseluruhan. Data ini memberikan pesan yang kuat bagi para pelaku industri kreatif, untuk memenangkan hati penonton Indonesia, seorang bintang harus memiliki kemampuan peran yang solid sebagai modal utama.

Membicarakan soal peran dan akting, tentu tidak lepas dari dinamika antarkarakter dalam sebuah cerita. Sering kali, perhatian penonton tidak hanya tertuju pada pasangan utama, tetapi juga beralih kepada sosok yang berakhir dalam kesendirian. Inilah yang kemudian memicu munculnya fenomena populer di kalangan penggemar drakor yang dikenal dengan sebutan second lead syndrome.

Fenomena Second Lead: Pesona Karakter yang Terluka

Salah satu bagian paling emosional bagi penonton drakor adalah ketika mereka justru lebih mendukung karakter pendukung daripada pemeran utama. Fenomena second lead syndrome ini tercermin jelas dalam hasil survei Jakpat. Karakter Han Seo Jun yang diperankan oleh Hwang In Yeop dalam drama True Beauty (2020) terpilih sebagai sosok paling membekas di ingatan dengan perolehan 41%. Karakternya yang terlihat tangguh di luar namun lembut di dalam berhasil menyentuh hati banyak penonton.

Di posisi kedua, terdapat sosok Han Ji Pyeong yang diperankan oleh Kim Seon Ho dalam drama Start-Up (2020) dengan 36%. Perdebatan mengenai siapa yang lebih layak mendapatkan cinta si pemeran utama pada masa itu sempat menjadi topik hangat di media sosial Indonesia. Tidak ketinggalan, karakter legendaris Kim Jung Hwan dari drama Reply 1988 (2015) yang diperankan oleh Ryu Jun Yeol tetap kokoh di posisi ketiga dengan 29%. Ketiga nama ini membuktikan bahwa karakter yang loyal, baik hati, tapi tidak mendapatkan akhir bahagia justru memberikan kesan yang jauh lebih mendalam.