periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan mundurnya jadwal pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepakatan tarif dagang bukan disebabkan oleh negosiasi yang berjalan alot.

Airlangga menegaskan, pengunduran jadwal tersebut murni karena penyesuaian agenda kedua kepala negara yang belum sepenuhnya selaras.

"Kan pertemuan itu harus ada jadwal dan harus ada agendanya, dan jadwal harus cocok agendanya," kata Airlangga kepada media, Jakarta, Kamis (29/1).

Sebelumnya, pertemuan bilateral tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026. Namun, jadwalnya kemudian diundur ke pekan kedua Februari 2026 mendatang.

Menurut Airlangga, penyesuaian waktu diperlukan karena padatnya agenda masing-masing pemimpin. Ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Trump sempat bertemu dalam acara World Economic Forum (WEF) di Davos belum lama ini.

"Kan jadwal kedua pemimpin kan harus kita perhatikan. Kedua pemimpin juga ketemu kemarin di Davos," jelasnya.

Dia pun mengaku tidak ada hambatan lain terkait mundurnya rencana pertemuan tersebut. Menurutnya tinggal menunggu jadwal kedua pimpinan negara.

"Tinggal jadwal saja. Nggak ada (hambatan), nggak ada," tukasnya.