periskop.id - Kehadiran film dan series Indonesia semakin sering hadir di platform streaming global seperti Netflix. Kehadiran karya-karya nasional maupun internasional di platform Netflix ini tentu menjadi sinyal baik sekaligus sinyal positif bagi perkembangan industri perfilman Indonesia ke depan.
Menariknya, beberapa film Indonesia yang tersedia di Netflix ada beragam, mulai dari kisah tokoh besar, perjalanan iman, hingga perjuangan hidup penuh makna yang memiliki cerita tentang nilai kehidupan, pesan moral, hingga nuansa religi yang cocok ditonton saat bulan Ramadan.
Seiring waktu berpuasa, seperti saat menunggu berbuka atau setelah salat tarawih, film-film tersebut bisa menjadi hiburan ringan sekaligus bahan renungan selama menjalani ibadah di bulan suci.
Rekomendasi Daftar Film Nasional
Buya Hamka (2023)
Film ini adalah film biografi yang mengangkat kisah hidup Haji Abdul Malik Karim Amrullah, seorang ulama besar, sastrawan, sekaligus Pahlawan Nasional Indonesia.
Film ini menampilkan perjalanan hidup Buya Hamka yang penuh perjuangan, mulai dari masa mudanya hingga menjadi salah satu tokoh intelektual Islam yang berpengaruh di Indonesia.
Cerita dalam film ini menggambarkan bagaimana Buya Hamka dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip, berani menyuarakan kebenaran, serta aktif berdakwah melalui berbagai cara, termasuk lewat tulisan dan karya sastra.
Beliau juga pernah memimpin majalah Islam dan menghasilkan berbagai karya penting yang memberi pengaruh besar bagi perkembangan pemikiran Islam di Indonesia.
Air Mata di Ujung Sajadah (2023)
Seorang perempuan yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika anak yang dilahirkannya justru dibesarkan oleh orang lain. Seiring berjalannya waktu, rasa rindu dan penyesalan terus menghantui hidupnya. Dalam kondisi penuh luka batin tersebut, ia berusaha mencari kembali anaknya sambil terus memohon petunjuk kepada Tuhan.
Melalui alur cerita yang menyentuh, film ini menunjukkan bagaimana doa, kesabaran, dan keteguhan iman dapat menjadi kekuatan bagi seseorang untuk menghadapi masalah hidup yang berat.
Nilai-nilai keikhlasan, pengampunan, serta pentingnya hubungan antara orang tua dan anak menjadi pesan utama yang disampaikan.
Hati Suhita (2023)
Kehidupan di lingkungan pondok pesantren dengan konflik rumah tangga, kesetiaan, dan perjuangan cinta. Cerita berpusat pada tokoh Alina Suhita, seorang perempuan salehah, cerdas, dan penghafal Al-Qur’an yang tumbuh dalam tradisi pesantren.
Di saat kondisi konflik dalam rumah tangga, Alina tetap menunjukkan kesabaran, keteguhan iman, dan pengabdian sebagai seorang istri serta perempuan pesantren.
Berusaha mempertahankan pernikahannya dan perlahan membuktikan ketulusan cintanya kepada Gus Birru. Film ini menggambarkan pergulatan batin, kesetiaan, serta nilai-nilai kehidupan pesantren seperti kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam menjalani rumah tangga.
Rekomendasi Daftar Film Internasional
Mary (2024)
Kisah kehidupan Maryam, ibunda Nabi Isa AS, dari sudut pandang sejarah dan nilai-nilai yang sejalan dengan kisah yang dikenal dalam tradisi keagamaan.
Film ini menyoroti perjalanan hidup Maryam sejak masa mudanya sebagai perempuan yang salehah hingga menghadapi ujian besar dalam kehidupannya.
Cerita menggambarkan bagaimana Maryam dipilih oleh Allah SWT untuk mengemban amanah besar, yaitu mengandung dan melahirkan Nabi Isa AS.
Dalam perjalanannya, Beliau harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan sosial, keraguan masyarakat, serta perjuangan menjaga kehormatan dan keimanannya.
Film ini menampilkan sosok Maryam sebagai simbol kesabaran, keteguhan iman, dan pengabdian kepada Tuhan. Kisahnya menjadi refleksi tentang kepercayaan, pengorbanan, dan kekuatan spiritual dalam menghadapi ujian kehidupan.
Ayisha (2023)
Film drama berbahasa Malayalam dari India yang dirilis pada 20 Januari 2023 dan mengangkat kisah kehidupan seorang perempuan muslim bernama Ayisha.
Film ini menggambarkan perjalanan hidupnya sebagai pekerja migran yang merantau ke Timur Tengah demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Di negeri orang, Ayisha harus beradaptasi dengan budaya baru, menghadapi berbagai tantangan pekerjaan, serta menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga.
Namun di tengah kesulitan tersebut, beliau menemukan kekuatan melalui persahabatan, keberanian, dan keteguhan hati untuk tetap bertahan.
Melalui kisah yang emosional dan penuh makna, film ini menyoroti perjuangan perempuan muslim dalam menghadapi realitas kehidupan, sekaligus menggambarkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan harapan di tengah berbagai keterbatasan.
Farha (2021)
Film drama sejarah yang mengangkat kisah tragis rakyat Palestina pada tahun 1948, masa yang dikenal sebagai peristiwa Nakba, ketika banyak warga Palestina kehilangan rumah dan tanah mereka akibat konflik dan perang.
Menceritakan tentang seorang gadis remaja yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di kota. Namun kehidupannya berubah drastis ketika konflik pecah di desanya.
Demi melindunginya, sang ayah mengunci Farha di dalam sebuah ruang penyimpanan kecil sebelum pergi menghadapi situasi di luar desa.
Farha hanya dapat menyaksikan melalui celah kecil berbagai peristiwa mengerikan yang terjadi di luar, termasuk kekerasan, pengusiran warga, dan kehancuran kampung halamannya.
Film ini menggambarkan trauma, ketakutan, dan kehilangan yang dialami masyarakat Palestina, sekaligus memperlihatkan bagaimana perang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.
The Present (2020)
Film pendek asal Palestina yang menggambarkan realitas kehidupan sehari-hari warga Palestina di bawah pembatasan wilayah dan sistem pos pemeriksaan militer.
Kisah yang sederhana namun kuat secara emosional, The Present menyoroti dampak pembatasan gerak terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat.
Film ini menunjukkan bagaimana tindakan sehari-hari seperti membeli hadiah pun dapat menjadi perjuangan besar, sekaligus menghadirkan pesan tentang keteguhan, kasih sayang keluarga, dan harapan di tengah keterbatasan.
Tinggalkan Komentar
Komentar