periskop.id - Agnes Aditya Rahajeng resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 dalam malam puncak kontes kecantikan yang digelar di Jakarta International Convention Center, Jumat (24/4) malam hingga Sabtu dini hari.
Finalis asal Banten itu menerima mahkota dari Firsta Yufi Amarta Putri, Puteri Indonesia 2025, setelah melalui rangkaian penilaian dan sesi tanya jawab yang ketat.
Dalam kompetisi yang diikuti 45 finalis dari 34 provinsi, Agnes berhasil menonjol di antara peserta yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari dokter, pengusaha, model, hingga pegiat sosial.
“Sebagai kreator konten, saya ingin menumbuhkan kepedulian dan mendorong aksi melalui karya-karya saya,” ucap Agnes dalam video profilnya yang dikutip dari Antara, Sabtu (25/4).
Perempuan kelahiran Amerika Serikat, 13 Januari 2000, itu tumbuh besar di Bali sebelum menetap di Banten selama satu dekade terakhir. Ia menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana ilmu komunikasi dan aktif berkarya sebagai kreator konten.
Agnes juga dikenal sebagai salah satu pendiri Rahajeng Studio, tempat ia memproduksi, menulis, mengarahkan, sekaligus membintangi konten kreatif.
Bersama kedua saudarinya, Maria dan Elizabeth Rahajeng, yang dikenal sebagai pemengaruh fesyen dan kecantikan, Agnes turut mengembangkan Rahajeng Closet, sebuah inisiatif fesyen berkelanjutan.
Program ini mendorong pemanfaatan barang bekas untuk mendukung pendidikan anak dan perlindungan perempuan.
Maria Rahajeng sendiri pernah menorehkan prestasi sebagai pemenang utama Miss Indonesia 2014. Jejak prestasi keluarga ini memperkuat citra Agnes sebagai sosok yang tidak hanya berorientasi pada kecantikan, tetapi juga pada pemberdayaan sosial.
Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes akan mengemban tugas mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial. Yayasan Puteri Indonesia menegaskan bahwa peran pemenang tidak berhenti pada panggung kontes, melainkan berlanjut dalam advokasi berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kontes Puteri Indonesia juga semakin menekankan aspek edukasi dan pemberdayaan. Misalnya, para finalis 2026 mendapat pembekalan antikorupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menandakan bahwa ajang ini tidak hanya menonjolkan penampilan, tetapi juga integritas dan kepedulian sosial.
Agnes menyampaikan harapannya agar kreativitas dan suaranya dapat menginspirasi komunitas lokal maupun global.
“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Tinggalkan Komentar
Komentar