periskop.id - Nadiem Makarim mengakui kekayaannya menyusut selama 5 tahun menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Ia mengakui hal ini saat membacakan eksepsi dalam sidang perkara korupsi pengadaan Chromebook.

“Selama 5 tahun mengabdi sebagai menteri justru kekayaan saya menyusut. Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar. Hilanglah gaji besar saya. Hilanglah ketenangan batin saya,” kata Nadiem, di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (5/1).

Selain itu, Nadiem juga mengaku sebagai menteri termuda, ia merasa kecil hati melihat menteri lainnya dengan anak-anaknya sudah dewasa sehingga mudah menjadwalkan rapat.

“Saya merasa kecil hati melihat menteri lainnya dengan anak-anak yang sudah dewasa, dengan mudah menjadwalkan rapat sampai malam, sowan ke berbagai tokoh, membangun dukungan politik,” ungkap Nadiem.

Sayangnya, hal itu belum terjadi kepada dirinya. Dengan tiga putri balita saat itu, ia harus pulang setiap malam dan menyeimbangkan menjadi ayah sekaligus menteri.

“Saya harus pulang setiap malam makan bersama mereka, saya membacakan buku, dan tidur di kamar anak sampai mereka pulas tidur. Saya harus belajar menjadi ayah dan menteri di saat yang bersamaan,” jelas Nadiem.

Dalam kementerian, Nadiem mengaku harus belajar dari nol lagi, menghadapi hutan belantara birokrasi dan politik yang saya tidak kuasai. Ia mengakui harus melepaskan semua kenyamanan sebelumnya untuk memperbaiki masa depan anak Indonesia.

“Mata saya tidak tertutup. Saya tahu saya sangat mungkin gagal. Saya tahu saya bisa dikorbankan. Tapi itulah risiko perjuangan,” tutur dia.

Namun, dengan keterbatasan dan kekurangan, Nadiem bertekad untuk belajar dari orang-orang yang mengenal dunia pendidikan dan birokrasi.

“Karena saya tidak menguasai bidang birokrasi, pendidikan maupun politik maka saya harus cepat belajar dari orang-orang yang kenal dunia pendidikan dan birokrasi tapi memiliki integritas. Karena inilah saya mengumpulkan tim muda yang idealis dan kompeten sebagai staf khusus saya,” ujar Nadiem.