periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kedatangannya ke markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertujuan untuk membahas strategi negosiasi terkait tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
"Komunikasi untuk negosiasi tarif, tarif Amerika," kata Airlangga singkat saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Politisi senior tersebut tidak datang sendirian dalam kunjungan kerja kali ini. Sejumlah pejabat tinggi kementerian teknis turut terlihat mendampingi langkah sang Menko memasuki gedung lembaga antirasuah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. Selain itu, tampak pula Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam rombongan tersebut.
Di sisi lain, pihak tuan rumah memberikan penjelasan yang sedikit lebih spesifik mengenai agenda pertemuan. KPK menyebut kehadiran para pejabat eksekutif ini dalam rangka penyampaian hasil kajian mengenai pencegahan korupsi.
“Betul, hari ini dijadwalkan agenda pembahasan kajian di sektor pencegahan,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media di lokasi yang sama.
Budi merinci fokus pembahasan siang itu menitikberatkan pada tata kelola perniagaan lintas negara. Secara spesifik, kajian tersebut menyoroti masalah importasi di sektor energi yang dinilai krusial.
Menko Airlangga sendiri tiba di lokasi sekitar pukul 13.51 WIB. Ia tampil mengenakan kemeja batik lengan panjang bernuansa cokelat yang memberikan kesan formal.
Sebelum melangkah masuk ke lobi gedung, Airlangga sempat menyapa para pewarta yang menunggu. Ia melemparkan senyum sembari melambaikan tangan ke arah kamera wartawan.
Kedatangan rombongan kementerian ini disambut langsung oleh pejabat internal KPK. Sekretaris Jenderal KPK Cahya H. Harefa terlihat menyambut Airlangga dan jajarannya di pintu masuk sebelum pertemuan tertutup dimulai.
Tinggalkan Komentar
Komentar