periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyerap anggaran sekitar Rp80 triliun pada kuartal I tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari total APBN senilai Rp355 triliun yang tahun ini diharapkan bisa berjalan secara optimal untuk mendorong konsumsi dan kesejahteraan masyarakat. 

"Kita bicara program Bapak Presiden soal MBG, ini spending-nya itu per kuartal kira-kira Rp80 triliun," ucapnya dalam agenda Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) di Jakarta,Kamis (5/2).

Selain itu, MBG rencananya akan fokus pada desa-desa (rural area) sekaligus membuka kesempatan kerja dan diharapkan memberikan sekitar 7 hingga 8% kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Program ini dirancang agar spending pemerintah terjaga dengan baik, sehingga multiplier effect bagi perekonomian pedesaan bisa maksimal," sambungnya.

sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program dengan penyerapan anggaran tercepat di lingkungan kementerian dan lembaga (K/L).

‎"KL dengan serapan cepat yang kira-kira menyerap cepat anggaran di KL pertama MBG lah MBG nomor satu," kata Purbaya kepada wartawan Jumat (9/1).

Purbaya menilai MBG memiliki tingkat serapan yang tinggi karena program tersebut sudah berjalan dan langsung menyasar pelaksanaan di lapangan, khususnya di sekolah-sekolah. Dengan operasional yang telah berlangsung, belanja program ini dipastikan sudah terealisasi dalam jumlah yang signifikan dibandingkan program K/L lainnya.

Selaitu itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan per 19 Januari 2026 telah berdiri 21.102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pertumbuhan jumlah SPPG ini membuat penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjanghkau 58,3 juta orang, dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar. 

"Dan realisasi anggaran sampai hari ini itu sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun itu per 16 Januari 2026. Per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun," kata Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) BGN dengan dengan Komisi IX DPR RI,di Jakarta, Selasa (20/1). 

Ia mengatakan implementasi tersebut terwujud berkat dana bantuan pemerintah yang terserap untuk MBG senilai Rp55,2 triliun, melebihi target yang seharusnya Rp52,2 triliun.

"Dana bantuan pemerintah yang terserap untuk makan bergizi Rp55,2 triliun melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan dan total porsi yang kita olah selama satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi," bebernya.