iklan periskop
Ekonomi

Program MBG Diproyeksikan Topang Ekonomi RI pada Kuartal I 2026

Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan menjadi penopang ekonomi kuartal I 2026 dengan belanja Rp80 triliun dan dampak ke rantai pasok pangan.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Program MBG Diproyeksikan Topang Ekonomi RI pada Kuartal I 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/2). Periskop.id/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 dengan nilai belanja memcapai Rp80 triliun. 

‎"MBG akan optimal mulai tahun ini. Dan Q1 itu kan kira-kira akan spendingnya sekitar Rp80 triliun," kata Airlangga kepada media, Jakarta, dikutip Kamis (5/2). 

‎Menurut Airlangga implementasi program MBG akan berjalan optimal di tahun 2026 sehingga ia berharap dampaknya dapat dirasakan pada kuartal pertama. 

‎"Jadi harapannya itu bisa juga menjadi pendorong perekonomian di kuartal pertama," tambahnya. 

‎Airlangga pun menerangkan program besutan Presiden Prabowo Subianto ini dinilai tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong penguatan rantai pasok, terutama untuk komoditas pangan seperti daging, telur, dan kebutuhan lainnya.

‎"MBG tentu mendorong supply chain daripada MBG itu sendiri. Ya seperti kita lihat kebutuhan itu mulai dari kebutuhan daging, telur, dan yang lain," jelasnya. 

‎Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada 6 Januari 2025 dan kini memasuki satu tahun berjalan. Badan Gizi Nasional (BGN) pun mengklaim, telah memberdayakan lebih dari 780 ribu tenaga kerja.

‎"Sebanyak 780 ribu lebih tenaga kerja telah terserap dan aktif dalam operasional dapur, dari persiapan bahan baku hingga distribusi makanan," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa (6/1). 

‎Dadan mengemukakan, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya meningkatkan kapasitas dapur, tetapi juga memberi kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal. Juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan membangun keterampilan pada sektor pangan.

‎"Pelayanan SPPG yang dimulai pada 6 Januari 2025 awalnya hanya sebanyak 190 SPPG. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 19.188 SPPG telah beroperasi dan menjangkau 38 provinsi," tutupnya. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), Airlangga Hartarto, dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.