periskop.id – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan manipulasi saham atau "saham gorengan" tidak membuat pihaknya risau.

Ia memastikan operasional dan mandat investasi Danantara tetap berjalan normal tanpa terganggu oleh aksi bersih-bersih di pasar modal tersebut.

"Kami di sisi Danantara kan hanya market player. Tugas kami juga melakukan investasi. Salah satunya, ya tentunya di pasar modal," kata Pandu saat ditemui di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu (4/2).

Pandu justru menilai penegakan hukum dan kondisi pasar modal yang sehat sangat krusial untuk dijaga. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya strategis dalam memperkuat kepercayaan para pemodal terhadap iklim investasi di Indonesia.

Kepercayaan pasar menjadi kunci utama bagi masuknya arus modal. Stabilitas dan integritas pasar saham akan berdampak positif bagi seluruh pelaku ekonomi yang terlibat di dalamnya.

"Karena saya bilang pasar modal itu penting untuk meningkatkan confidence. Baik untuk investor dalam negeri dan juga investor luar negeri," ujarnya.

Lebih lanjut, Pandu menggarisbawahi bahwa pasar modal hanyalah satu bagian dari portofolio strategis lembaganya. Danantara menerapkan alokasi aset strategis yang tidak hanya terpaku pada lantai bursa, tetapi juga merambah ke sektor lain.

Lembaga pengelola investasi ini juga akan menanamkan modalnya di pasar privat atau private market. Diversifikasi ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan aset yang dikelola.

"Danantara kan kita akan selalu beli bagian dari pembelian saham itu hanya bagian dari strategic asset allocation. Itu kan banyak aset, kita bakal investasi public market, private market," jelasnya.

Selain itu, mandat yang diemban Danantara tidak semata-mata mencari keuntungan finansial belaka. Lembaga ini memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta pengembangan industri baru di Tanah Air.

Investasi yang dilakukan harus memiliki dampak riil bagi perekonomian nasional. Aspek pembangunan manusia dan industri menjadi fokus utama dalam setiap keputusan penanaman modal.

"Karena kita jangan lupa juga, kita harus investasi untuk pembentukan tenaga kerja, pembentukan lapangan kerja, juga pembentukan industri-industri baru," imbuhnya.

Menanggapi dinamika harga saham yang fluktuatif, Pandu menyikapinya sebagai hal lumrah dalam dunia investasi. Ia memegang prinsip dasar ekonomi, yakni membeli aset saat harga dinilai wajar dan melepasnya ketika harga dianggap sudah mahal.

"Itu kita terus (berinvestasi di pasar modal), terus saja. Maksudnya kalau sahamnya mahal, kita jual. Kalau sahamnya murah, kita beli," tuturnya.