periskop.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencermati revisi outlook terbaru Moody’s Ratings terhadap Indonesia sebagai bagian integral dari evaluasi kebijakan ekonomi nasional.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menilai catatan tersebut merupakan pengingat konstruktif akan urgensi penguatan kelembagaan negara dan konsistensi kebijakan.
"Penilaian tersebut kami pandang dalam kerangka yang konstruktif, sebagai pengingat akan pentingnya konsistensi arah kebijakan, penguatan institusi, serta disiplin dalam implementasi guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi jangka panjang," ucap Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2).
Rosan menyoroti fakta bahwa peringkat Indonesia tetap bertahan pada level investment-grade. Hal ini mencerminkan keyakinan dunia internasional terhadap fundamental ekonomi nasional yang masih tangguh serta pengelolaan fiskal yang hati-hati (prudent).
Penyesuaian outlook ini sekaligus menegaskan pentingnya kesinambungan reformasi struktural. Kepastian kebijakan dianggap sebagai faktor krusial untuk menjaga momentum pembangunan di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Sebagai lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund yang baru terbentuk, Danantara saat ini tengah fokus pada fase awal pembangunan institusi. Manajemen memprioritaskan pembangunan fondasi kokoh melalui penerapan tata kelola yang kuat.
Proses pengambilan keputusan investasi juga ditekankan harus disiplin. Kerangka manajemen risiko yang pruden dan terintegrasi terus disiapkan agar selaras dengan praktik terbaik global.
"Pendekatan ini dirancang untuk memastikan kredibilitas jangka panjang institusi, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi negara," sambung Rosan.
Penguatan kelembagaan Danantara dilakukan secara bertahap dan terukur. Prinsip kehati-hatian, transparansi, serta akuntabilitas menjadi landasan utama dalam seluruh aktivitas pengelolaan portofolio aset negara.
Disiplin alokasi modal berbasis kelayakan komersial menjadi kunci utama. Orientasi jangka panjang diutamakan untuk menjaga kualitas portofolio agar tetap stabil di berbagai siklus ekonomi.
Peta jalan tata kelola lembaga ini difokuskan pada sejumlah prioritas strategis. Hal ini meliputi penguatan struktur pengawasan di seluruh siklus investasi hingga penerapan manajemen risiko yang komprehensif.
"Danantara juga berkomitmen untuk mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan standar tata kelola di seluruh portofolio BUMN yang berada dalam lingkup pengelolaan kami," bebernya.
Ke depan, Danantara berjanji menjalankan mandatnya secara profesional dan transparan. Rosan optimistis langkah ini akan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik dan pasar, memperkuat peran institusi dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional, serta berkontribusi secara berkelanjutan bagi pembangunan dan masa depan Indonesia,” tutup Rosan.
Tinggalkan Komentar
Komentar