periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memberi pesan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlanga Hartarto untuk pentingnya mempertahankan dan meningkatkan sektor industri strategis yakni sektor tekstil dan elektronik seiring upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% di tahun 2026.
Presiden menegaskan bahwa industri tekstil merupakan sektor yang paling terbuka menghadapi perang dagang, sekaligus berpotensi menempatkan Indonesia sebagai salah satu lima pemain besar dunia.
“Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga mendorong pentingnya sektor industri tekstil untuk kita pertahankan karena sektor industri tekstil ini adalah yang paling terbuka untuk menghadapi perang dagang," ucap Airlangga saat menghadiri Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025 di BPK Tower Jakarta, Senin (12/01).
Airlangga melaporkan, Presiden juga meminta langkah khusus untuk mempertahankan dan memperkuat industri ini agar nilai ekspor dan penyerapan tenaga kerja dapat meningkat signifikan.
"Bapak Presiden minta agar dibuat langkah khusus dan kami sudah melakukan studi untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia dan dari hasil studi tersebut Indonesia berpotensi menjadi 5 pemain besar tekstil dunia karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan,” sambung Airlangga.
Saat ini pemerintah menargetkan nilai ekspor tekstil meningkat dari USD4 miliar menjadi USD40 miliar dalam 10 tahun ke depan. Penyerapan tenaga kerja pun diperkirakan bertambah sekitar 2 juta orang, dari 4 juta menjadi 6 juta pekerja.
Untuk mendukung target ini, Presiden telah menyetujui pendanaan insentif tahap awal senilai USD6 miliar, serta rencana pembangunan kembali BUMN atau Danantara yang secara khusus menangani sektor tekstil.
Selain tekstil,Airlangga menyampaikan Presiden juga menyoroti industri elektronik, terutama semikonduktor, yang menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Nantinya Pemerintah akan mendorong pengembangan kembali sektor ini, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris sebagai mitra strategis.
Airlangga menekankan pengembangan semikonduktor akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, karena ekosistem industri ini sangat bergantung pada kemampuan teknis SDM.
"Industri semikonduktor diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masa depan, mulai dari otomotif, Internet of Things (IoT), komputer personal, data center, hingga layanan komputasi awan," lanjut Airlangga.
Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong penguatan industri, UMKM, investasi digital, serta inovasi teknologi melalui program strategis nasional untuk memperbaiki iklim investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan arahan Presiden Prabowo, pemerintah menegaskan komitmen untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan, memperkuat sektor industri prioritas, dan menyiapkan Indonesia menghadapi persaingan global dengan strategi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
"Indonesia dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena didukung oleh pasar domestik yang besar dan merupakan negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN," pungkas Airlangga.
Tinggalkan Komentar
Komentar