periskop.id - Di tengah gejolak politik pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro, belasan pekerja media menjadi korban penahanan aparat saat menjalankan tugas jurnalistik di ibu kota Venezuela, Caracas.
Melansir Reuters, Selasa (6/1), Asosiasi Pers Nasional Venezuela (Sindicato Nacional de Trabajadores de la Prensa/SNTP) menyatakan sebanyak 14 jurnalis dan pekerja media sempat diamankan aparat. Seluruhnya kemudian dibebaskan, meski satu jurnalis asing dideportasi.
SNTP menjelaskan, para pekerja media yang ditahan terdiri dari 11 orang yang bekerja untuk media internasional dan satu orang dari media nasional. Namun demikian, belum dapat mengonfirmasi secara independen seluruh laporan penahanan tersebut.
Kementerian Informasi Venezuela yang menangani hubungan pemerintah dengan media belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut. Kementerian Komunikasi Venezuela juga belum merespons permintaan klarifikasi.
Penahanan para jurnalis ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik, menyusul penahanan Presiden Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat dalam operasi akhir pekan lalu.
Pada Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkotika di hadapan pengadilan di New York. Sementara itu, Wakil Presiden Delcy Rodriguez mengambil alih pemerintahan sebagai pemimpin sementara Venezuela.
Sebelumnya, saat Donald Trump dilantik untuk masa jabatan keduanya pada 20 Januari 2025. Sejak hari pelantikannya, Trump tidak membuang waktu untuk menerapkan doktrin kebijakan luar negeri yang agresif.
Dengan slogan "Peace Through Strength" atau perdamaian melalui kekuatan, gedung putih di bawah komandonya kembali menunjukkan taring militer secara drastis di berbagai penjuru dunia. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kepemimpinannya di periode kedua ini, rangkaian operasi militer udara dan darat telah mengguncang stabilitas di Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan.
Puncaknya, dunia terperangah saat AS melakukan tindakan ekstrem yang melampaui sekadar diplomasi ekonomi terhadap Venezuela.
Tinggalkan Komentar
Komentar