Periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya akan menyumbang US$10 miliar (sekitar Rp162 triliun) untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina, melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace). Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan perdana dewan tersebut, yang dibentuknya, untuk menangani krisis Gaza, di Washington, Kamis (19/2).

"Dewan Perdamaian menunjukkan bagaimana masa depan yang lebih baik dapat dibangun, dimulai dari ruangan ini," kata Trump, seperti dikutip RIA Novosti.

Ia mengatakan, sumbangan sebesar itu mungkin terlihat besar, tetapi "sangat kecil" dibandingkan biaya perang, yang menurutnya setara dengan sekitar dua pekan pertempuran.

Menurut Trump, dewan tersebut dapat mewujudkan "keharmonisan yang langgeng di kawasan yang selama berabad-abad dilanda konflik,". Sekaligus menjadi contoh penyelesaian bagi konflik berkepanjangan di belahan dunia lainnya.

Lebih dari 20 negara diperkirakan hadir dalam pertemuan tersebut, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Rabu. Presiden RI Prabowo Subianto sendiri berada di Washington untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada 16 Januari dan mengundang pemimpin sekitar 50 negara untuk bergabung, termasuk Indonesia.

Harapan Nyata
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap rencana besar Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. Hal itu dikemukakan Presiden Prabowo usai menghadiri KTT BoP Gaza di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2), waktu setempat.

"Kita lihat rencana-rencana ke depan. Tampaknya, sangat serius tadi, walaupun kita bertekad untuk ini (BoP, red) berhasil, karena ini memberi harapan perdamaian," ucapnya. 

Kepala Negara menyatakan, inisiatif tersebut membawa harapan nyata bagi terciptanya solusi damai bagi rakyat Palestina, meskipun diakui tidak akan mudah untuk diwujudkan. Menurut Presiden Prabowo, berbagai tantangan dan hambatan menuju peluang perdamaian di Gaza sudah diantisipasi sejak awal.

"Walaupun tadi saya juga dalam statement singkat saya, saya juga ingatkan banyak kesulitan di depan, banyak hambatan, tantangan, obstacles. Tapi, ya kita harus bertekad untuk mencapai keberhasilan, demi rakyat Palestina," tuturnya. 

Dalam pernyataan singkatnya, Prabowo Subianto menyatakan kepada seluruh pihak yang terlibat di BoP harus memiliki tekad kuat, agar upaya tersebut berhasil demi kepentingan rakyat Palestina. Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen negara-negara Muslim yang terlibat dalam tahap awal pembentukan BoP.

Dalam pertemuan Kelompok 8 negara Muslim yang pertama kali diundang untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini, seluruhnya sepakat untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan (lasting peace). "Bagi kita (kelompok negara Muslim, red) the real the only long lasting solution is the two-state solution," ungkapnya.

Prabowo Subianto di forum tersebut memang menegaskan sikap Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Palestina, melalui partisipasi aktif dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomasi internasional guna mendorong solusi damai yang berkelanjutan.

"Kami akan mewujudkan impian perdamaian di Palestina, solusi yang berkelanjutan bagi Palestina dan di Gaza," ucap Prabowo. 

Sikap Indonesia

Di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan delegasi lainnya pada pertemuan perdana BoP, Presiden Prabowo dengan tegas menyampaikan, keputusan Indonesia berpartisipasi dalam BoP mencerminkan konsistensi sikap aktif Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia. Termasuk mewujudkan solusi yang seadil-adilnya bagi rakyat Palestina.

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa dirinya telah mempelajari 20 poin gagasan Presiden Trump dalam BoP dan meyakini bahwa perdamaian di Palestina bisa terwujud.

"Sejak hari pertama, kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini, dan itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace," tegasnya. 

Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia mengirimkan sedikitnya 8.000 pasukan, untuk berpartisipasi dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina, dengan bergabung ke dalam International Stabilization Force (ISF).

"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata pungkasnya.