Periskop.id - Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade Angkatan Laut AS. Hal ini untuk menekan Iran terkait program nuklirnya, seperti dikutip dari Axios, Kamis (30/4).
"Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. Mereka sedang tercekik," kata Trump. "Ini akan menjadi lebih buruk bagi Iran," serunya.
Ia mengeklaim Iran sedang mencari kesepakatan untuk mencabut blokade AS atas jalur pelayaran strategis itu. Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz dan menunda pembahasan nuklir, dengan menegaskan tujuan utamanya tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Ia juga mengatakan ketidakmampuan mengekspor minyak telah membuat infrastruktur Iran "hampir meledak." Sementara itu, suatu sumber mengatakan kepada Axios, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyusun rencana serangan udara "singkat dan kuat" untuk mengatasi kebuntuan diplomatik jika Iran tidak mengalah.
Dark Eagle
Namun, menurut sumber itu, Trump belum memberikan otorisasi untuk tindakan militer itu. Di sisi lain, CENTCOM telah meminta rudal hipersonik Dark Eagle untuk kemungkinan digunakan terhadap Iran, demikian dilaporkan kantor berita Bloomberg.
Permintaan tersebut dikaitkan dengan pemindahan sistem peluncur Iran ke luar jangkauan rudal Serangan Presisi (Precision Strike) yang mampu menyerang targe,t hingga lebih dari 300 mil (sekitar 480 kilometer).
Belum ada keputusan yang diambil terkait permintaan itu, menurut laporan Bloomberg. Jika disetujui, hal ini akan menjadi pengerahan pertama rudal hipersonik Amerika Serikat.
Sekadar mengingatkan, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.
Pada 12 April, kepala delegasi Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance, menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut. Delegasi Amerika Serikat kembali ke negaranya tanpa menghasilkan kesepakatan.
Tinggalkan Komentar
Komentar