periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap draf proposal perdamaian terbaru dari Iran. Ia menilai dokumen tersebut memuat banyak persyaratan yang sangat sulit disepakati.

Trump menyampaikan sikap tegas ini saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (1/5).

"Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya sepakati," kata Trump.

Dokumen tawaran damai dari Teheran tersebut sebelumnya dikirim melalui saluran perantara resmi negara Pakistan.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi," tegas Trump.

Pemimpin tertinggi AS ini sebenarnya lebih memilih mencapai kesepakatan permanen demi mencegah pecahnya perang susulan.

Namun ia tetap menyiagakan opsi melanjutkan konflik bersenjata secara penuh apabila proses negosiasi berujung kegagalan.

"Saya akan menghancurkan mereka," ancam Trump.

Negosiasi damai antara kedua negara sejauh ini masih menemui jalan buntu selama berminggu-minggu.

Pembicaraan intensif selama 21 jam di Islamabad pada pertengahan April lalu gagal menghasilkan kerangka dasar diskusi.

Status gencatan senjata antara AS dan Iran saat ini telah memasuki minggu ketiga semenjak diberlakukan pada 8 April.

Penghentian permusuhan ini sementara waktu meredakan ketegangan pascaserangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons situasi ini dengan menyebut Teheran tetap terbuka pada jalur diplomasi.

Washington harus mengubah retorika ancaman dan pendekatan ekspansionis demi kelancaran diplomasi, terang Araghchi.

Melansir Al Jazeera, Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Hamad Bin Khalifa Qatar Sultan Barakat menganalisis kedua negara sebenarnya sama-sama sangat ingin mengakhiri perang.

"Kedua belah pihak benar-benar putus asa untuk mengakhiri perang ini dengan cara yang memungkinkan mereka menyelamatkan muka," ujar Barakat.

Komunitas internasional kini sangat menantikan perdamaian demi membuka kembali jalur pasokan minyak dan gas global di Selat Hormuz.