Periskop.id - Presiden AS Donald Trump mengklaim berhasil membujuk Israel menyepakati perpanjangan gencatan senjata dengan Hizbullah. Perpanjangan itu mulai berlaku Jumat (19/6) sore, pukul 16.00 waktu setempat.
Trump mengungkapkan, ia menghubungi otoritas Israel melalui telepon pada Jumat (19/6) pagi dan meminta mereka menyetujui kesepakatan damai dengan kelompok bersenjata berbasis Lebanon tersebut.
"Ini hal yang positif. Ini seperti tambahan yang manis," ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News, Sabtu (20/6).
Trump menyebut hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "selalu baik," meski enggan menegaskan apakah dirinya berbicara langsung dengan Netanyahu dalam kontak telepon itu.
Ia juga memaparkan isi pesan yang ia sampaikan kepada Tel Aviv, seiring berlanjutnya pertempuran antara Israel dan Hizbullah sepekan terakhir.
"Terkadang Anda hanya perlu tenang dan menggunakan akal sehat," tutur Trump.
Perpanjangan gencatan senjata Israel-Hizbullah dikonfirmasi seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya. Pejabat tersebut menyampaikan hal itu kepada Anadolu Agency dan Reuters, tanpa merinci lebih jauh isi kesepakatan.
Sebelum gencatan diperpanjang, serangan udara Israel menghantam berbagai wilayah Lebanon. Sedikitnya 47 warga tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran di Lebanon selatan dan timur sejak Jumat (19/6) pagi.
Di sisi lain, empat tentara Israel juga gugur akibat serangan balasan Hizbullah di Lebanon selatan. Eskalasi ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak AS dan Iran meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pada Rabu (17/6) malam. MoU itu ditandatangani secara elektronik oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dengan tujuan mengakhiri perang di semua front, termasuk di Lebanon.
Berdasarkan data resmi, serangan militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 3.912 orang dan melukai 11.873 lainnya. Lebih dari satu juta warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Israel masih menduduki wilayah Lebanon selatan, sebagian di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade. Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan bergerak maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar