Periskop.id - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim resmi memangkas harga solar bersubsidi nasional menjadi 2,10 ringgit (Rp9.030) per liter. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku serentak di seluruh wilayah Malaysia mulai Juli mendatang.

Harga baru itu turun dari tarif sebelumnya sebesar 2,15 ringgit (Rp9.245) per liter. Penyalurannya akan dijalankan secara seragam melalui mekanisme kartu identitas nasional MyKad.

Advertisement

"Tatkala dunia masih bergelut dengan krisis bekalan global, Kerajaan MADANI memilih untuk memastikan hasil reformasi, pelaburan dan pertumbuhan ekonomi negara dipulangkan semula kepada rakyat melalui penurunan harga diesel bersubsidi ini," tulis Anwar Ibrahim dalam keterangan resminya saat kunjungan kerja di Bintulu, Minggu (21/6).

Pernyataan itu diunggah lewat akun Instagram pribadi Anwar, @anwaribrahim_my. Penurunan harga solar ini digambarkannya sebagai wujud nyata komitmen Kerajaan MADANI dalam mengembalikan hasil pertumbuhan ekonomi langsung kepada rakyat.

Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Malaysia turut memastikan harga bensin RON95 bersubsidi tetap terjaga di level 1,99 ringgit (Rp8.557) per liter.

Stabilitas harga RON95 itu dinilai krusial untuk menopang daya beli masyarakat, di tengah ketidakpastian rantai pasok global yang masih membayangi pasar energi dunia.

Untuk rincian teknis dan aturan pelaksanaan subsidi diesel terbaru ini, Kementerian Keuangan II Malaysia dijadwalkan memberikan pemaparan menyeluruh kepada publik keesokan harinya.

Kebijakan penyesuaian harga energi ini diharapkan menjadi stimulus bagi perekonomian domestik Malaysia. Pemerintah menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari agenda reformasi ekonomi yang lebih luas di bawah kepemimpinan Anwar.

Skema distribusi berbasis MyKad dirancang agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran dan merata ke seluruh lapisan masyarakat di setiap wilayah Malaysia.

Pengumuman ini disampaikan Anwar di tengah kunjungan kerjanya ke Bintulu, menandai salah satu kebijakan subsidi energi paling konkret yang diumumkan langsung oleh sang perdana menteri melalui kanal media sosialnya.