Periskop.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Ia melihat peluang pelaksanaan program tersebut bisa dijalankan bersama gereja-gereja setempat dan kantin sekolah.
Gibran menegaskan, kerja sama dengan berbagai pihak lokal menjadi kunci agar MBG bisa menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) secara lebih merata. Keterlibatan gereja dinilainya punya potensi besar mengingat peran strategis lembaga keagamaan di daerah tersebut.
"Kami memperjuangkan program-program prioritas dari Bapak Presiden di area-area 3T. MBG, misalnya harus kita perjuangkan di sini, di Asmat," kata Gibran saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau Sekolah Lapang Sagu di Kabupaten Asmat, Minggu.
Dalam kunjungan itu, Gibran juga mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Mereka diajak menyaksikan langsung kondisi masyarakat di akar rumput, khususnya di wilayah 3T.
"Program-program Bapak Presiden akan kita perjuangkan di area 3T dan nanti sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi," ujarnya.
Di tempat yang sama, Bupati Asmat Thomas E. Safanpo turut menyuarakan kebutuhan mendesak atas pelaksanaan MBG di wilayahnya. Ia membenarkan manfaat besar program tersebut bagi warga Asmat, terutama bagi kelompok rentan.
Thomas mengungkapkan, sebelum MBG mulai didistribusikan ke sejumlah sekolah di Asmat, angka ketidakhadiran siswa terbilang tinggi. Setelah program berjalan, kehadiran murid meningkat karena mereka tahu akan mendapat makan siang di sekolah.
Program ini juga menyasar ibu hamil dan menyusui. Thomas menyebutkan, pemberian MBG bagi dua kelompok tersebut berpotensi menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Asmat.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan MBG sebagai salah satu program prioritas nasional. Gibran selaku wakil presiden ditugaskan memastikan program itu menjangkau seluruh pelosok, termasuk daerah-daerah 3T yang selama ini sulit diakses.
"Saya bupati di daerah 3T, tertinggal, terluar dan terdepan, kami merasakan bahwa MBG ini memang besar manfaatnya untuk masyarakat kami di sini, terutama untuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui," tutur Thomas.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar