periskop.id - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencatat lonjakan signifikan penetapan cagar budaya peringkat nasional sepanjang tahun ini. Sebanyak 85 cagar budaya ditetapkan pada 2025, meningkat hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun 2024.
“Pada tahun 2024 sebelum ada pengembalian budaya hanya 10,” ujar Fadli Zon saat Taklimat Media Kementerian Kebudayaan, di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, dikutip Jumat (9/1).
Dengan tambahan tersebut, total cagar budaya peringkat nasional kini mencapai 313 objek, naik dari sebelumnya yang hanya 228. Fadli Zon menargetkan jumlah itu terus bertambah.
“Kita harapkan nanti tahun ini akan semakin banyak lagi yang kita catatkan cagar-cagar budaya ini. Mungkin akan kita catatkan kalau bisa melebihi angka 1.000 cagar budaya nasional yang kita tetapkan,” ujar Fadli.
Peningkatan juga terjadi pada pencatatan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage). Hingga akhir 2024, jumlah warisan budaya tak benda tercatat sebanyak 2.213. Tahun ini, jumlah tersebut bertambah 514 sehingga total mencapai 2.727.
Menurut Fadli, potensi warisan budaya Indonesia jauh lebih besar. Dengan 1.340 kelompok etnis yang tersebar dari Sabang hingga wilayah terluar Indonesia, ekspresi budaya yang dimiliki diperkirakan mencapai puluhan ribu.
Meski demikian, Fadli mengungkapkan, baru 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang berhasil diinskripsi sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO. Keterbatasan kuota pencatatan UNESCO menjadi salah satu tantangan dalam pengakuan internasional.
“Tahun ini kita akan mengajukan tiga warisan budaya tak benda ke UNESCO, dan pada tahun-tahun berikutnya jumlah itu akan terus kita tingkatkan,” kata Fadli Zon.
Tinggalkan Komentar
Komentar