periskop.id - Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan, termasuk di Indonesia. Penyakit ini sering berkembang secara diam-diam tanpa gejala jelas dan baru disadari saat kondisinya sudah cukup parah. 

Maka dari itu perlu kesadaran bagi semua perempuan dengan melakukan pencegahan sejak dini melalui vaksin HPV yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi virus penyebab utama kanker serviks. Cek di sini untuk tahu manfaat vaksin HPV, kamu juga perlu memahami perkiraan biayanya agar bisa merencanakan perlindungan kesehatan dengan lebih baik.

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim, yaitu bagian yang menghubungkan rahim dan vagina. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel di area tersebut tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali.

Salah satu pemicu utamanya adalah infeksi human papilloma virus (HPV). Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh dan seiring waktu memicu perubahan sel yang berujung pada terbentuknya tumor ganas penyebab kanker serviks.

Masalahnya, kanker serviks sering berkembang secara perlahan tanpa tanda yang jelas. Biasanya, gejalanya baru terasa ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut sehingga banyak kasus yang terlambat ditangani.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, setiap tahun Indonesia mencatat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks. Yang membuat miris, sekitar 70% kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini tentu membuat peluang sembuh semakin kecil dan risiko kematian jauh lebih tinggi.

Penyebab Kanker Serviks

Seperti kebanyakan jenis kanker, kanker serviks muncul ketika sel-sel di tubuh mengalami perubahan atau mutasi. Sel yang tidak normal ini terus berkembang tanpa kontrol dan akhirnya berubah menjadi sel kanker.

Penyebab pastinya memang belum bisa dipastikan. Namun, banyak kasus kanker serviks diketahui berkaitan erat dengan infeksi human papilloma virus (HPV), yaitu virus yang bisa menular melalui aktivitas seksual.

Risiko infeksi HPV juga cenderung lebih tinggi pada orang yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu karena peluang penularan virus menjadi semakin besar.

Faktor yang Membuat Perempuan Lebih Rentan Terkena Kanker Serviks

Ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang lebih rentan terkena kanker serviks. Sebagian besar faktor risikonya berkaitan dengan infeksi human papilloma virus (HPV). Berikut beberapa faktor yang perlu kamu waspadai.

1. Aktif Secara Seksual di Usia Terlalu Muda

Melakukan hubungan seksual sejak usia dini, terutama di bawah 18 tahun, dapat meningkatkan risiko tertular HPV karena kondisi sel leher rahim yang belum sepenuhnya matang.

2. Memiliki Lebih dari Satu Pasangan Seksual

Semakin banyak pasangan seksual, semakin besar pula peluang terpapar HPV, apalagi jika hubungan seksual dilakukan tanpa pengaman seperti kondom.

3. Daya Tahan Tubuh Sedang Lemah

Orang dengan sistem imun rendah, misalnya karena HIV/AIDS atau kondisi kesehatan tertentu, lebih sulit melawan infeksi HPV sehingga risikonya pun meningkat.

4. Pernah Mengalami Infeksi Menular Seksual Lain

Penyakit seperti klamidia, gonore, atau sifilis dapat mempermudah masuknya HPV ke dalam tubuh yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker serviks.

5. Mengonsumsi Pil KB dalam Jangka Waktu Lama

Penggunaan pil KB selama lebih dari lima tahun diketahui dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada sebagian perempuan.

6. Pernah Hamil Tiga Kali atau Lebih

Perempuan yang mengalami kehamilan berulang memiliki risiko lebih tinggi yang umumnya berkaitan dengan paparan HPV dari aktivitas seksual.

7. Merokok

Perempuan perokok memiliki risiko hingga dua kali lipat terkena kanker serviks. Zat berbahaya dalam rokok bisa merusak sel leher rahim dan melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi HPV.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks biasanya tidak langsung terasa di awal. Tanda-tanda baru akan terasa ketika sudah mulai tumbuh dan menekan jaringan atau organ di sekitarnya sehingga mengganggu sel-sel yang sehat.

Karena itu, berikut beberapa gejala kanker serviks yang perlu kamu perhatikan.

  • Pendarahan tidak normal, seperti muncul di luar jadwal menstruasi, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause.
  • Siklus menstruasi berubah, misalnya menstruasi jadi tidak teratur, lebih deras, atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Keputihan yang tidak biasa, baik dari segi warna, bau, maupun tekstur, apalagi jika disertai darah.
  • Nyeri di area panggul atau punggung bawah yang bisa muncul saat kanker mulai menyebar ke jaringan sekitar.
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual, terutama jika penyakit sudah berada di tahap lanjut.
  • Pada stadium yang lebih berat, bisa muncul kelelahan berlebihan serta penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Manfaat Vaksin HPV 

Vaksin HPV adalah vaksin yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi human papilloma virus (HPV). Virus ini bisa menyerang kulit, menyebabkan kutil kelamin, dan memicu berbagai jenis kanker. 

Infeksi HPV diketahui berkaitan dengan beberapa jenis kanker, seperti kanker serviks, vulva, vagina, penis, anus, hingga kanker orofaring (area mulut dan tenggorokan). Saat ini, vaksin HPV paling efektif dalam menurunkan risiko dan penyebaran kanker serviks. Penting sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Harga Vaksin HPV

Harga vaksin HPV bisa berbeda-beda, tergantung jenis vaksin, tempat vaksinasi, dan fasilitas yang kamu tuju apakah pemerintah atau swasta.

Sebagai gambaran, berikut perkiraan harga vaksin HPV di Indonesia:

  • Gardasil 4 (melindungi dari 4 tipe HPV): sekitar Rp800 ribu – Rp1,5 juta per dosis.
  • Gardasil 9 (perlindungan lebih luas hingga 9 tipe HPV): sekitar Rp1,6 juta – Rp2,5 juta per dosis.
  • Cervarix (melindungi dari 2 tipe HPV): sekitar Rp600 ribu – Rp1,2 juta per dosis.

Vaksin HPV dapat diberikan mulai dari:

  • Usia 9—14 tahun: cukup 2 kali suntik. Suntikan kedua dilakukan 6-12 bulan setelah suntikan pertama. 
  • Usia 15 tahun ke atas: perlu 3 kali suntik. Suntikan kedua diberikan 1-2 bulan setelah suntikan pertama, lalu suntikan ketiga 6 bulan setelah suntikan pertama.

Perlu kamu ketahui, vaksin HPV tidak cukup satu kali suntik. Biasanya dibutuhkan 2-3 dosis sehingga total biaya vaksinasi bisa mencapai jutaan rupiah.

Supaya lebih jelas, sebaiknya kamu langsung menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui harga pasti. Selain itu, disarankan menyiapkan dana cadangan sekitar 20-30% dari perkiraan biaya untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan yang mungkin muncul.