Periskop.id – Ada kabar yang seharusnya kita waspadai bersama. Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP menyatakan, sekitar 30% kejadian kanker usus besar (kolorektal) diderita pasien di bawah usia 40 tahun yang dipengaruhi oleh makanan.
“Di negara-negara maju yang di bawah umur 40 tahun itu sekitar 10%, di Indonesia 30%. Jangan hanya kita kelihatan sederhana kankernya sedikit, jadi fenomena yang kita lihat sekarang ini semakin muda dan semakin banyak,” kata Prof. Aru dalam acara pembukaan pameran lukisan penyintas kanker di Jakarta, Rabu (4/2).
Aru mengatakan, faktor risiko terbesar kanker 90% dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan sedari dini yang dalam kurun waktu tertentu dapat berdampak di usia lebih lanjut. Asal tahu saja, pembentukan sel kanker dari berupa benjolan membutuhkan waktu 5-20 tahun
Nah, saat ini, dengan perubahan lingkungan dan gaya hidup yang sudah mengalami pergeseran, dapat membangkitkan sel kanker lebih cepat, termasuk karena kebiasaan konsumsi makanan olahan ultra. Apalagi, makanan produksi industri kini juga semakin banyak dan mudah didapat.
Jika terpapar terus menerus dengan bahan makanan industri dengan tambahan persevatif, maka pajanan (exposure)karsinogen pembentuk kanker akan semakin dini.
“Sebetulnya yang muda-muda sudah harus mau menginvestasi kesehatannya dari sekarang, apa yang dimakan agar mencegah kanker yang tumbuhnya di usia tua,” tegasnya.
Prof. Aru mengatakan, setiap hari tubuh membelah sel dan bisa saja dalam satu hari pembelahan tersebut menjadi abnormal, sehingga ada 1 juta risiko terjadinya kanker.
Maka itu perlunya asupan makanan dan keseimbangan pola hidup yang baik untuk membantu tubuh mempersiapkan sel yang baik. Di antaranya dengan cara hidup sehat serta berolahraga dan mempertahankan berat badan ideal.
Makanan yang Perlu Dibatasi
Sebelumnya, Dokter Spesialis Gastroenterologi Universitas Stanford dan UCLA dr. Wendi LeBrett, merekomendasikan makanan yang sebaiknya dibatasi untuk mengurangi risiko kanker usus besar.
Dikutip dari Hindustan Times, Rabu, LeBrett mengatakan agar menghindari makanan ultra olahan. Dalam sebuah studi mengemukakan, adanya hubungan mengonsumsi makanan ultra olahan dan polip usus besar yang akan menjadi cikal bakal kanker usus besar.
Makanan olahan yang dimaksud yakni kue kering kemasan, permen dan cokelat batangan, sereal manis, es krim, keripik dan camilan krispi. Kemudian, mie instan, roti putih kemasan, wafel, nugget ayam, hot dog, daging olahan dengan bahan tambahan, soda, minuman energi, protein dan granola batangan serta keju olahan.
Studi Harvard mengungkapkan, wanita muda usia kurang dari 50 tahun yang mengonsumsi makanan ultra-olahan (UPF) dalam jumlah tertinggi memiliki risiko 45%lebih tinggi terkena polip usus. Kondisi ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker kolorektal.
Penelitian ini dilakukan oleh Andrew T Chan (Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, Boston, MA, USA) dan rekan-rekannya, dan diterbitkan di JAMA Oncology.
Tinggalkan Komentar
Komentar