periskop.id - Kementerian Kesehatan mengubah strategi pemenuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Alih-alih terus mengandalkan dokter dari kota besar, Kemenkes kini memprioritaskan putra-putri daerah untuk mengisi kebutuhan spesialis di wilayahnya sendiri.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai, pendekatan ini lebih berkelanjutan. Pasalnya, penugasan dokter dari Jakarta atau Bandung kerap berujung pada masalah yang sama, yakni mereka kembali ke daerah asal setelah masa tugas berakhir.
“Kalau diisi orang Jakarta ya pasti pulang. Dua tahun lagi diisi orang Bandung ya pasti pulang. Jadi masalahnya akan berulang,” ujar Menkes Budi saat konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (5/2).
Dalam jangka pendek, Kemenkes menyiapkan skema penugasan cepat untuk menutup kekosongan layanan spesialis. Dokter akan ditugaskan melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun penugasan langsung dari Kemenkes, dengan insentif gaji yang lebih tinggi.
“Cara cepatnya nanti ditugasin sama kita. Kita punya program PPDS bisa ditugasin di sana, dibayar dengan gaji lebih supaya mau ditempatkan,” katanya.
Namun, Kemenkes menegaskan solusi jangka panjang tak bisa hanya mengandalkan penugasan sementara. Pemerintah ingin memastikan daerah memiliki dokter spesialis yang menetap dan tumbuh bersama masyarakat setempat.
“Yang lebih benar, kita pengen putra-putri asli daerah dari sana yang jadi dokter spesialis di sana,” ujarnya.
Strateginya, dokter umum asli daerah yang sudah bertugas di RS DTPK akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Prioritas diberikan pada kebutuhan layanan dasar yang belum tersedia, seperti penyakit dalam, kesehatan anak, dan obstetri-ginekologi.
“Yang bagus itu putra-putri daerah sudah jadi dokter umum. Kita fasilitasi jadi spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis obgyn,” kata Budi.
Kemenkes juga menyiapkan skema pendidikan berbasis rumah sakit atau hospital-based. Melalui sistem ini, dokter yang ingin menjadi spesialis dapat menjalani pendidikan langsung di rumah sakit daerah.
Dengan pola ini, Kemenkes berharap distribusi dokter spesialis di RS DTPK tak lagi bersifat tambal sulam. Pemerintah menargetkan layanan kesehatan di daerah terpencil bisa berjalan stabil, tanpa terus bergantung pada penugasan sementara dari pusat.
Tinggalkan Komentar
Komentar