periskop.id - Di tengah semarak pasar takjil musiman di Kota Kediri, Jawa Timur, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemeriksaan kelayakan makanan dan minuman menggunakan laboratorium keliling. 

Dari 56 sampel yang diuji, petugas menemukan kerupuk yang terindikasi mengandung Rhodamin-B, zat pewarna sintetis berbahaya yang seharusnya hanya digunakan dalam industri tekstil, kertas, dan plastik. Rhodamin-B dikenal sebagai senyawa berwarna merah keunguan berbentuk kristal. 

Meski murah dan menghasilkan warna menarik, zat ini bersifat toksik dan karsinogenik. Artinya, konsumsi jangka panjang dapat memicu kanker, merusak hati dan ginjal, serta menimbulkan iritasi pada kulit maupun saluran pernapasan.

Melansir Antara, Selasa (24/2), seorang petugas BPOM menjelaskan, “Kami menemukan adanya kerupuk yang positif mengandung Rhodamin-B. Zat ini tidak boleh digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan.” 

Temuan ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang kerap membeli takjil tanpa memperhatikan keamanan bahan.

Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa paparan Rhodamin-B dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker hati. Studi toksikologi juga menegaskan bahwa zat ini dapat menumpuk dalam tubuh dan memperburuk fungsi organ vital. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama mengingatkan bahwa penggunaan pewarna sintetis non-pangan dalam makanan merupakan ancaman kesehatan publik.

BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memilih takjil dari penjual yang terpercaya. Konsumen dianjurkan memperhatikan warna makanan: jika terlalu mencolok atau tidak alami, patut dicurigai mengandung pewarna berbahaya. 

Edukasi publik menjadi penting agar masyarakat tidak hanya tergoda oleh tampilan, tetapi juga memahami risiko kesehatan yang mengintai.