banner-sheroes-yoga
Ketenagakerjaan

7,69 Juta Orang RI Jadi Pekerja Komuter, Jakarta Paling Banyak

BPS mencatat 7,69 juta orang Indonesia menjadi pekerja komuter, dengan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan proporsi tertinggi.

commuter Line, KRL, stasiun bogor, kereta,
Ilustrasi Penumpang KRL Commuter Line memadati di Stasiun Bogor, Jawa Barat, saat jam kerja. Antara/ Arif Firmansyah.
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Fenomena pekerja komuter kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika ketenagakerjaan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 5,2% dari total tenaga kerja di Tanah Air dikategorikan sebagai pekerja komuter.

Jika dikonversikan ke dalam angka nominal, jumlah masyarakat yang menjalani rutinitas pekerjaan ini mencapai sekitar 7,69 juta orang.

Pekerja komuter sendiri didefinisikan sebagai tenaga kerja yang melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari untuk bekerja di daerah, baik kabupaten maupun kota, yang berbeda dari lokasi kabupaten atau kota tempat mereka berdomisili.

Sebaran Provinsi dengan Proporsi Pekerja Komuter Tertinggi

Mobilitas harian lintas wilayah ini terdistribusi di berbagai daerah, di mana pulau Jawa dan Bali mendominasi porsi persentase tertinggi. DKI Jakarta menempati urutan pertama sebagai wilayah dengan proporsi pekerja komuter paling besar di Indonesia, yakni mencapai 17,27%.

Posisi selanjutnya disusul oleh DI Yogyakarta sebesar 13,06% dan Banten di angka 9,82%. Faktor interkoneksi transportasi antarkota serta konsentrasi pusat perekonomian di wilayah-wilayah tersebut menjadi pendorong utama tingginya angka mobilitas harian para pekerja.

Berikut adalah rincian daftar 10 provinsi di Indonesia dengan persentase pekerja komuter tertinggi berdasarkan data BPS:

UrutanProvinsiPersentase Pekerja Komuter (%)
1DKI Jakarta17,27
2DI Yogyakarta13,06
3Banten9,82
4Bali9,12
5Jawa Barat7,73
6Kalimantan Selatan6,53
7Gorontalo5,64
8Jawa Tengah5,38
9Sulawesi Utara4,77
10Sumatera Utara4,25

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pekerja dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.