Periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026. Dari total tersebut, kelompok usia muda tercatat mendominasi angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional.

Data ini merupakan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang digelar BPS pada Mei 2026. Angka tersebut setara dengan TPT sebesar 4,65%, turun 0,03% dibandingkan periode Februari 2026.

"Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 5,54%, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,15%. Dibandingkan Februari 2026, TPT perkotaan dan perdesaan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,05% poin dan 0,04% poin," tulis dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia.

Dalam dokumen itu, BPS mendefinisikan pengangguran sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima kerja tapi belum mulai bertugas, atau merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan. Sementara TPT sendiri jadi indikator untuk mengukur porsi tenaga kerja yang belum terserap pasar kerja.

Berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi justru berasal dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu 7,68%. Angka ini jauh berbeda dengan TPT tamatan SD ke bawah yang tercatat paling rendah, hanya 2,31%.

Distribusi pengangguran menurut pendidikan pun didominasi tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang pada Mei 2026 mencapai 28,00% dari total pengangguran. Sebaliknya, distribusi pengangguran paling rendah berasal dari tamatan Diploma I/II/III, hanya 2,48%.

Dari sisi usia, kelompok 15-24 tahun mencatat TPT paling tinggi di antara seluruh kelompok umur, yakni 17,37%. Bandingkan dengan kelompok umur 60 tahun ke atas yang TPT-nya paling rendah, hanya 2,35%.

Pola TPT berdasarkan kelompok umur ini disebut sudah konsisten sejak November 2025. Dibandingkan Februari 2026, hanya kelompok umur 25-59 tahun yang berhasil menekan TPT sebesar 0,37% poin, sementara kelompok umur lainnya justru mengalami kenaikan.

"TPT menurut kelompok umur tersebut memiliki pola yang sama sejak November 2025. Dibandingkan Februari 2026, hanya kelompok umur 25-59 tahun yang mengalami penurunan TPT yakni sebesar 0,37% poin. Sementara kelompok umur lainnya mengalami kenaikan TPT," tulis dokumen BPS.