banner-sheroes-yoga
Ketenagakerjaan

Isu PHK 9.000 Pekerja Mencuat, Yassierli: Belum Ada Datanya

Menaker Yassierli mengaku belum mengetahui kabar PHK di 10 perusahaan, meski Kemnaker memiliki sistem monitoring industri.

Isu PHK 9.000 Pekerja Mencuat, Yassierli: Belum Ada Datanya
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat ditemui, Jakarta, Kamis (23/4). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menanggapi terkait adanya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di 10 perusahaan. Ia mengaku bahwa dirinya belum mengetahui kabar tersebut. 

‎"Enggak tau saya bagaimana itu datanya," kata Yassierli kepada media, Jakarta, Kamis (23/4).

‎Menurut Yassierli pihaknya memiliki sistem monitoring untuk memantau terhadap kondisi industri, sehingga informasi terkait adanya PHK sudah terpantau. 

‎"Semua, kan semua yang ini di industri kita monitoring terus," jelas Yassierli. 

‎Sebagai informasi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Said Iqbal menyatakan bahwa ada sekitar 9.000 pekerja yang berisiko kehilangan pekerjaan di 10 perusahaan. Meski begitu, Said tidak mengungkapkan indentitas perusahaan tersebut. 

‎"Saat ini tercatat 9.000 berpotensi, berpotensi 9.000 karyawan akan terjadi PHK," ucap Said. 

‎Berdasarkan data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat jumlah PHK sepanjang periode Januari–November 2025 telah mencapai 79.302 orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 77.965 orang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengangguran, lapangan kerja, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.