iklan periskop
Keuangan

Menkeu: Stimulus Likuiditas Bisa Naik, Tak Akan Turun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyaluran dana Rp200 triliun ke perbankan merupakan stimulus "gelombang pertama" dan tidak menutup kemungkinan akan ditambah jika di...

10 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan Press Briefing kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/9/2025). Foto oleh Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan bahwa penyaluran dana sebesar Rp200 triliun ke sistem perbankan merupakan stimulus "gelombang pertama". 

Ia menegaskan, pemerintah siap menambah lagi kucuran likuiditas jika langkah awal ini dinilai masih kurang untuk menggerakkan perekonomian secara optimal.

Menurutnya, sinyal bahwa stimulus ini dapat ditingkatkan sengaja diberikan untuk memberikan kepastian kepada industri perbankan agar tidak ragu dalam menyalurkan dana tersebut sebagai kredit.

"Kita lihat, ini kan saya harus bilang, saya pikirkan gelombang pertama. Tapi kalau masih kurang, kita akan masukkan lagi," kata Purbaya saat memberikan Press Briefing, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/9).

Purbaya menjelaskan, keputusan untuk menambah stimulus di masa depan akan didasarkan pada data. 

Indikator utama yang akan menjadi patokannya adalah pertumbuhan uang primer atau base money (M0), yang dinilai paling akurat dalam menggambarkan perputaran uang di level fundamental ekonomi.

"Dan yang jadi patokan saya adalah base money atau primary money, saya dibilangnya M0, itu yang saya monitor nanti," tegasnya.

Ia sengaja menghindari pernyataan bahwa dana tersebut bisa ditarik kembali dalam waktu dekat. 

Menurutnya, hal itu justru akan membuat stimulus tidak efektif karena bank akan ragu-ragu menggunakan dana tersebut.

"Kalau saya bilang bisa turun lagi, stimulusnya nggak jelas nanti. Mereka bank akan bilang, 'saya nggak akan pakai karena nanti ditarik lagi'. Enggak, bisa naik dan bisa naik," lanjut Purbaya.

Adapun "gelombang pertama" senilai Rp200 triliun ini telah resmi disalurkan pada hari ini kepada lima bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI, dengan tujuan utama mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, Rp200 triliun, dan dana pemerintah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.