iklan periskop
Keuangan

Pertumbuhan Uang Primer dan M2 Melambat, BI Soroti Lemahnya Penyaluran Kredit

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang primer (M0) pada November 2025 sebesar 6,46% secara tahunan.

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Pertumbuhan Uang Primer dan M2 Melambat, BI Soroti Lemahnya Penyaluran Kredit
Tangkapan layar dari YouTube Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (17/12). Periskop/Pipit Ramadhani
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang primer (M0) pada November 2025 sebesar 6,46% secara tahunan (year on year/yoy).

Angka tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 7,75% (yoy), setelah tidak memperhitungkan dampak penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan di BI akibat pemberian insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan uang primer (M0) adjusted, yakni M0 yang telah dinetralisasi dari dampak KLM, juga mengalami perlambatan menjadi 13,33% (yoy) dari sebelumnya 14,38% (yoy).

"Jumlah uang beredar perlu makin ditingkatkan melalui penguatan efektivitas ekspansi likuiditas moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry dalam konferensi pers RDG, Rabu (17/12).

Perry menjelaskan, perlambatan pertumbuhan M0 terutama dipengaruhi oleh berkurangnya penempatan excess reserves perbankan di Bank Indonesia.

Dari sisi faktor yang memengaruhi, kondisi tersebut tidak terlepas dari masih rendahnya penyaluran kredit dan pembiayaan, sehingga perbankan cenderung menempatkan kelebihan likuiditasnya pada instrumen moneter Bank Indonesia.

"Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2025 tercatat 7,72% (yoy), menurun dibandingkan pertumbuhan pada September 2025 sebesar 8,02% (yoy)," jelas Perry.

Dia menambahkan, dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 yang melambat dipengaruhi belum kuatnya permintaan kredit di tengah pasokan likuiditas perbankan yang telah meningkat.

Sedangkan dari sisi komponen, perlambatan M2 dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan giro dan surat berharga.

"Ke depan, pertumbuhan uang beredar perlu terus didorong melalui sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi," tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), uang beredar M2, dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.