iklan periskop
Keuangan

OJK Mulai Berkantor di Gedung BEI Besok Jumat

OJK akan mulai berkantor di Gedung BEI sebagai bentuk dukungan penuh terhadap reformasi dan penguatan pasar modal nasional, dengan fokus pada transparansi, integritas, serta daya s...

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
ojk, bei, ihsg
Konferensi pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1). Foto/dok: Istimewa
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mulai berkantor secara fisik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), kawasan Sudirman, Jakarta, mulai Jumat besok sebagai langkah konkret mendukung reformasi total pasar modal nasional.

“Mulai besok kami akan berkantor di BEI,” ujar Ketua DK OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1).

Mahendra menegaskan kehadiran fisik regulator di markas bursa bukan sekadar simbolitas belaka. Hal ini merupakan wujud nyata soliditas antar-pemangku kepentingan untuk memperkuat fundamental pasar.

Langkah strategis ini menjadi bagian vital dari agenda besar reformasi. OJK ingin memastikan perbaikan ekosistem pasar modal berjalan di jalur yang tepat dan diawasi secara melekat.

"Ini bagian dari upaya mendukung reformasi dan perbaikan pasar modal,” tambahnya.

Tujuan utamanya sangat jelas. OJK ingin menyejajarkan Bursa Efek Indonesia dengan standar internasional, sekaligus meningkatkan kedalaman dan daya saing pasar domestik.

Kepentingan nasional menjadi pendorong utama inisiatif ini. BEI ditargetkan mampu bersaing setara dengan bursa-bursa global di mancanegara.

“Langkah ini sepenuhnya didorong oleh kepentingan nasional. Kami ingin BEI mampu bersaing dan setara dengan bursa di mancanegara, sekaligus menjadi pasar yang transparan dan berintegritas tinggi,” tegasnya.

Reformasi yang diusung OJK tidak boleh bersifat parsial. Mahendra menekankan perbaikan harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari transparansi hingga integritas pasar secara menyeluruh.

Proses pembenahan ini wajib berjalan cepat dan efektif. Tidak ada ruang untuk penundaan dalam modernisasi sistem keuangan agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Kuncinya adalah memastikan perbaikan di semua lini, agar pasar modal kita tidak hanya modern, tetapi juga kuat dan terpercaya,” sambung Mahendra.

Kehadiran pimpinan OJK di Gedung BEI diharapkan menjadi katalisator transformasi. Sinergi langsung antara regulator dan pelaku pasar sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang menantang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.