Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan dana hingga Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).
Dia merinci, anggaran Rp100 miliar tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said.
Untuk saat ini, kata Heru, pihaknya fokus untuk menata kawasan Jalan Rasuna Said terlebih dulu. Ia belum mengungkapkan, kapan tiang monorel di kawasan Jalan Asia Afrika akan ditata.
Heru mengatakan, pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar. Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi.
“Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya, akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi Timur; jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat-nya,” jelasnya.
Setelah jalan bekas tiang monorel tersebut dihilangkan, nantinya kedua jalur tersebut akan menyatu. Dengan demikian, nantinya jalur tersebut hanya ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler.
“Jadi kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya,” ucap Heru.
Untuk diketahui, tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan Rasuna Said sebanyak 98 tiang. Ditaksir, satu tiang akan menghabiskan waktu satu hari pembongkaran.
Heru menjelaskan, tiang-tiang monorel tersebut memang aset milik Adhi Karya. Namun, tanah dimana tiang tersebut berdiri merupakan aset Pemerintah Provinsi Jakarta.
Untuk itu, Heru menyebut nantinya pihak Pemerintah Jakarta akan mengadakan rapat bersama Adhi Karya, untuk membahas apakah tiang tersebut akan dikembalikan ke pihak Adhi Karya setelah dibongkar.
“Kita rapatkan dengan Adhi Karya. Kalau tiangnya kita bongkar, kita kembalikan (besinya) ke Adhi Karya,” kata Heru.
Malam Hari
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkasn, pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dilakukan pada malam hari. Hal ini diterapkan agar tak mengganggu arus lalu lintas.
“Ya otomatis pembongkarannya malam hari. Window times-nya itu. Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang eksekusi,” ujar Syafrin.
Ia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pengalihan arus lalu lintas saat pembongkaran dilakukan. Syafrin menjelaskan, nantinya para pengguna jalan akan dialihkan ke jalur cepat saat pengerjaan pembongkaran tiang monorel dilakukan.
“Lalu lintasnya kita akan lakukan pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat," serunya.
Jadi pada saat alat berat masuk, kata dia, alat itu akan berada di sisi jalur lambat. "Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” jelas Syafrin.
Tinggalkan Komentar
Komentar